frontpage hit counter
Internasional

19 Tahun Tinggalkan Politik, Mahathir Akhirnya Bersaing di Langkawi

19 Tahun Tinggalkan Politik,  Mahathir Akhirnya Bersaing  di Langkawi
Mahathir Mohammad bersama Wan Azizah

Hidayatullah.com– Teka-teki di mana Ketua Pakatan Harapan Tun Dr Mahathir Mohamad ‘berjuang’  untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) ke 14 akhirnya terjawab.

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Dr Wan Azizah Wan Ismail mengumumkan bahwa calon perdana menteri pilihan Koalisi Oposisi Malaysia ini akan menjadi calon untuk kursi parlemen Langkawi.

“Masyarakat Langkawi sadar bahwa Tun Dr Mahathir adalah generator untuk sebuah pulau yang dulunya lesu.

“Untuk jasanya sebagai bapak pembangunan Langkawi, ia akan terus bekerja untuk menyelamatkan Malaysia,” kata Wan Azizah dikutip Astro Awani, selama pidatonya di rapat umum yang berlangsung di Padang Mat Sirat tadi malam.

Baca: Indonesia-Malaysia Awal Kebangkitan Islam

Terakhir kali Dr Mahathir Muhammad bertarung dalam Pemilu ke-10 tahun 1999.

Koalisi Oposisi Malaysia resmi mendapuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad sebagai kandidat PM dalam pemilihan umum yang bakal digelar Agustus mendatang, Ahad (07/01/2018). Sementara Wan Azizah Ismail ditunjuk sebagai calon wakil perdana menteri koalisinya.

Sekitar 31 ribu pemilih di Langkawi diperkirakan akan mendukung Mahathir karena perannya dalam mengubah pulau tersebut menjadi tujuan wisata internasional ketika dirinya menjabat sebagai PM pada 1981-2002.

Koalisi oposisi Pakatan Harapan terdiri dari empat partai, Partai Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Mahathir Mohamad sendiri, Partai Keadilan Rakyat (PKR) di bawah komando Wan Azizah Wan Ismail – istri mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, yang pernah dipenjarakan Mahathir,  Partai DAP dan Partai Amanah.

“Fokus utama kami adalah menyelamatkan negara tercinta,” kata Mahathir ketika menerima penetapannya sebagai calon perdana menteri.

“Tidak mudah bagi partai-partai yang sebelumnya menjadi musuh saya untuk menerima saya, tetapi mereka sadar akan pentingnya meruntuhkan pemerintahan yang sekarang,” tambahnya.

Mahathir Mohamad, 92 tahun, menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama 22 tahun. Dia mengundurkan diri pada 2003. Menjelang pilihan raya, Mei 2018, Mahathir mencalonkan diri menjadi Perdana Menteri bergabung dengan bekas musuh yang juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, Anwar Ibrahim.

Baca: Wapres JK Tersinggung Ucapan Mahathir Menuebut Keturunan Bugis Bajak Laut

Dalam sebuah wawancara dia memaparkan pandangannya soal investasi China. Mahathir mengatakan, Malaysia menyambut baik investasi dari China selama perusahaan negeri itu mempekerjakan warga lokal, membawa modal, dan teknologi ke Malaysia. Namun, ujar politisi gaek berusia 92 tahun itu, dia tak melihat semua hal tersebut dilakukan para pengusaha China yang berinvestasi di Malaysia.

“Kami tak mendapatkan apapun dari investasi. Kami tak menyukai itu,” kata Mahathir di kantornya di Kuala Lumpur, Senin (9/4/2018). Komentar Mahathir ini merefleksikan keprihatinan meluas atas investasi China di berbagai negara Asia mulai dari Australia hingga Sri Lanka.

Tahun ini, orang Malaysia akan memilih dalam Pemilihan Umum ke-14. Parlemen dibubarkan pada 7 April 2018 dan kemudian menempatkan kekuasaan di tangan Komisi Pemilihan untuk merencanakan tanggal penyelenggaraan Pemilihan Umum dalam 60 hari.*

 

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Bank Muamalat

Gedung PPH