Nasional

Terkait Kasus Ahok, Umat dan Parpol Islam Diharapkan Bersatu di Pilkada DKI

Terkait Kasus Ahok, Umat dan Parpol Islam Diharapkan Bersatu di Pilkada DKI
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Aksi Damai 411 tuntut Ahok diadili di Jakarta, Jumat (04/11/2016).

Hidayatullah.com– Jika Pilkada DKI Jakarta 2017 melaju ke putaran kedua, partai-partai politik (parpol) Islam peserta Pilgub DKI diharapkan bersatu mendukung pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Muslim.

Begitu pula, warga DKI khususnya umat Islam diharapkan menyatukan suaranya untuk memilih paslon Muslim.

Demikian diharapkan Panglima Komando Kawal Al-Maidaah (KOKAM) Mashuri Masyhuda, yang juga mengatasnamakan eksponen warga Muhammadiyah, menyikapi berjalannya proses Pilgub DKI sepanjang ini.

Mashuri menilai, kontestasi Pilkada DKI Jakarta perlu dipahami sebagai bukan sekadar pilkada biasa layaknya di daerah-daerah lain.

Jika Dua Putaran, Senator DKI Fahira Ajak Pendukung Agus-Silvy Menangkan Anies-Sandi

“Pilkada DKI menjadi berbeda ketika salah satu kontestannya mejadi terdakwa kasus penistaan al-Qur’an yang sedang bergulir di pengadilan (Basuki Tjahaja Purnama/Ahok. Red),” ujar Mashuri dalam pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Kamis (16/02/2017).

Hal itu, imbuhnya, dikuatkan dengan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia yang selama ini menjadi referensi utama umat Islam di Indonesia dalam banyak hal.

Apakah mungkin parpol Islam berseberangan dengan MUI dalam konteks pandangan kasus penistaan agama, kata dia, “Terkecuali salah satu partai yang ‘di-take over’ oleh kubu tertentu dan kemudian bermanuver sendiri dengan berbagai macam kepentingannya.”

Anies Mengaku akan Larang Prostitusi di Jakarta

Blunder Ahok

Mashuri menilai, kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok merupakan blunder Ahok sebagai salah satu kontestan Pilkada DKI 2017.

Blunder terbaru yang juga melekat pada Ahok adalah kembali melenggangnya ia sebagai Gubernur DKI dengan statusnya sebagai terdakwa. Sebab, jelas Mashuri, menurut UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, Ahok seharusnya diberhentikan.

“Jadi dua argumentasi itu saja menurut saya sudah cukup untuk jadi alasan bersatunya partai Islam di leg ke-2 Pilkada DKI nanti,” ujarnya.

Saksi Pelapor: Penahanan Ahok Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa

“Harapan kami tentunya, agar seluruh komponen umat Islam tak terkecuali partai politik Islam menghidupkan mesin politiknya menyongsong ‘pertarungan’ di putaran kedua nanti,” lanjut “Aktivis 411, 212, 112” ini berharap.

Pilkada DKI 2017 diprediksi kuat akan berlangsung dua putaran, jika tak ada satu –dari tiga– paslon yang meraih suara minimal 50 persen plus 1 pada Pilkada DKI 15 Februari lalu.

Berdasarkan hasil penghitungan suara berbagai lembaga survei, paslon nomor 2 Ahok-Djarot Saiful Hidayat akan berdampingan dengan paslon nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua, April mendatang.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Afrakids