Wawancara

Komikus Ardian Syaf: “Saya Dipecat karena Menyisipkan Ayat yang Saya Muliakan”

Komikus Ardian Syaf:  “Saya Dipecat karena Menyisipkan Ayat yang Saya Muliakan”
ILUSTRASI
Komikus Ardian Syaf dengan simbul Aksi 212 yang membuatnya dipecat pihak Marvel

Hidayatullah.com–Komikus asal Tulungagung Jawa Timur, Ardian Syaf,  belakangan ini menjadi buah bibir. Komiknya, X-Men Gold #1 yang ia sisipi Aksi “212” dan Surat Al Maidah dituduh membawa pesan kebencian dan anti terhadap agama tertentu.

Ardian yang mengawali karier pada 2007, sudah dikenal oleh perusahaan komik internasional seperti Marvel Comic dan DC. Ia pernah menggambar untuk dua perusahaan besar asal Amerika itu.

Ia pernah menggambar Batman/Superman untuk DC. Juga karya lain seperti Justice League of America, Batman Blackest Night, Batgirl, Aquaman, dan Green Lantern Corps.

Ardian banyak dipuji karena tetap mengutakan ‘kearifan lokal’ dan budaya Indonesia dalam komiknya. Saat menggambar Batman beberapa tahun lalu, ia dipuji habis-habisan karena menyisipkan hal tentang Jokowi.

Sebaliknya, saat dia memasukkan Aksi 212 yang dihadiri lebih 2.5 juta umat Islam dan  memasukkan Surat Al Maidah, justru dia dikecam dan dilaporkan orang-orang Indonesia ke pihak Marvel. Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang ini, juga sampai dipecat oleh Marvel.

Melalui akun Facebook ia sempat menyatakan karirnya telah berakhir. Namun, berkat posting itu, dia justru kebanjiran banyak tawaran.

Apa sebenarnya maksud Ardian menyisipkan itu? Bagaimana ia menghadapi cobaan ini? Simak wawancara wartawan hidayatullah.com, Andi Ryansyah, dengan Ardian Syaf, Jum’at pagi (14/04/2017) melalui sambungan telephone.

Kenapa Anda menyisipkan 212 dan QS 5:51 dalam komik itu? Apa hubungannya?

Mungkin orang yang sudah kenal karya saya sejak tahun 2009, dari Marvel yang lama sampai Marvel yang baru, pasti sudah hafal karya saya selalu menyisipkan hal-hal yang terjadi di Indonesia.

Kebetulan waktu menggambar komik itu, saya baru pulang dari Jakarta habis mengikuti Aksi Damai 212. Sebagai seorang muslim, mengikuti aksi 212 adalah pengalaman yang berkesan. Saya jauh-jauh dari Tulungagung ke Jakarta demi membela Al-Qur’an dan Islam. Saya merasa beruntung ikut di dalamnya. Nah saya sisipkan “212” dan “QS 5:51”,   agar suatu saat nanti, ketika baca komik ini, saya teringat dulu pernah ikut aksi 212. Jadi untuk mengenang saja. Tidak ada maksud apa-apa. Kalau sampai bikin heboh seperti sekarang ini, saya tidak akan sisipkan itu. Kejadian ini di luar maksud saya.

Baca:  Penerbit Elex Media diminta tarik Komik ‘Kampanyekan’ LGBT

Anda punya maksud dakwah? 

Sebenarnya lebih kepada sesuatu yang berkesan saja. Karena 212 sangat erat dengan Al-Maidah ayat 51. Ayat itu kan yang menginspirasi aksi 212. Waktu itu, saya cenderung masukkan “212” dalam komik, tapi saya mikir lagi apa ya selain 212 yang bisa saya masukkan, oh Al-Maidah ayat 51 saja. Tapi kalau saya masukkan kata “Al-Maidah” terlalu kentara.  Jadi saya kasih kode saja QS 5:51.

Maksudnya tidak ada hubungannya sama sekali  212 dan QS 5:51 dengan isi komik?

Benar-benar murni kebetulan. Seandainya waktu itu saya menggambar komik Super Man, saya juga akan menyisipkan itu. Jadi tidak ada kesengajaan mengaitkan itu dengan isi komik. Saya justru tahu creator X-Men seorang Yahudi dengan adanya kejadian heboh ini. Kalau ada yang mengaitkan itu, menurut saya otak-atik logi saja.

Anda dituduh anti Kristen dan anti Yahudi, komentar  Anda?

Sebagai orang Islam, Al-Maidah 51 yang isinya melarang orang Kristen dan Yahudi menjadi pemimpin, adalah sebuah perintah dari Allah, bukan sebagai pesan kebencian. Itu hukum agama. Tapi mungkin bagi orang lain yang tidak mengimani Al-Qur’an, wajar akan menuduh saya seperti itu.

Tuduhan itu di luar dugaan Anda ya?

Ya betul. Sebenarnya seminggu yang lalu, tidak terjadi apa-apa. Komik saya disambut bagus. Di berbagai negara, komik itu masuk dalam kategori komik pilihan Minggu ini. Pihak Marvel sendiri mengucapkan selamat kepada tim komik. Jadi mereka suka. Tapi setelah ada oknum orang Indonesia yang memfoto komik saya dan membuat surat terbuka kepada Marvel -mengarang-ngarang- bilang komik saya mengandung pesan kebencian dan tidak sesuai dengan semangat X-Men, tuduhan itu baru muncul.

Siapa orang Indonesia yang bikin surat terbuka itu?

Kalau saya sebut nama rasanya kurang bijak. Nanti saya bermasalah lagi.

Baca:   Terbit Komik Haji, Bantu Jamaah Menuntun Pelaksanaan Haji

Anda juga jadi dipecat oleh pihak Marvel, apa yang sebenarnya dikatakan mereka kepada Anda?

Jadi kronologinya begini. Setelah surat terbuka itu, muncul lagi gambar di website 9gag.com dengan  judul yang bombastis. Judulnya kira-kira “Pesan Kebencian Anti Kristen dan Yahudi oleh Pendukung Islam Ekstremis terkait Pilkada di Indonesia”. Saya kaget membaca ini. Saya merasa bagai monster yang mengerikan.

Setelah tahu ini, saya sudah memprediksi kalau saya akan dipecat. Kemudian muncul lagi di website yang lebih internasional dengan judul yang mirip-mirip kayak tadi. Pihak Marvel tahu dari website-website itu. Mereka lalu mengirim link-nya ke email saya, menanyakan ini maksudnya apa. Kemudian saya jelaskan langsung ke atasan editor saya,  bahwa 212 itu aksi damai karena ada penistaan agama oleh oknum ini yang pelakunya tidak ditangkap oleh polisi.

Aksi ini untuk minta keadilan saja. Kemudian saya jelaskan juga QS 5:51 adalah salah satu ayat di Al-Qur’an yang menginspirasi aksi itu dan  isinya melarang umat Islam memilih pemimpin non Muslim. Dan saya juga sampaikan perminta maaf atas ketidaknyamanan ini.

Atasan editor saya bilang sangat memahami alasan yang saya jelaskan dan akan dirapatkan. Setelah itu saya kirim surat ke semua, ke atasan, editor, dan semua tim, menjelaskan hal yang sama kayak tadi. Itu saya kirim malam Minggu. Baru pada hari Senin waktu Amerika, saya terima surat pemecatan itu. Di suratnya tidak ada alasan saya dipecat. Hanya tertulis satu kalimat “Kami tidak lagi memakai jasa Ardian Syaf.”

Tidak ada alasan yang disampaikan dari pihak Marvel?

Tidak ada. Sebenarnya mereka tidak perlu alasan. Alasannya sudah jelas.

Anda menyesal dipecat gara-gara itu?

Terus terang tidak ada penyesalan. Karena bagi saya sebagai seorang Muslim, ini adalah sebuah takdir yang harus saya terima. Saya yakin ini membawa hikmah bagi saya pribadi dan orang lain. Apalagi  saya juga tidak dipecat bukan karena telat gambar atau kesalahan yang lain, tapi karena saya menyisipkan sebuah ayat yang saya muliakan.

Baca:  Perlukah Kita Mengenal Nabi melalui Komik?

Tanggapan istri dan anak Anda atas kejadian ini?

Kalau anak saya masih kecil, belum tahu apa-apa. Tapi kalau istri, kita sehati. Soal kayak gini-gini kita sehati. Istri sangat mendukung.  Dulu waktu saya gambar komik, rezeki saya lebih-lebihan, sekarang walaupun pas-pasan tapi istri saya tetap mendampingi. Jadi tidak hanya mendampingi saat jaya, tapi juga mendampingi saat seperti ini. Kita berjuang bareng.

Anda kapok menggambar komik semacam ini lagi?

Saya jadi lebih memikirkan lagi efek menggambar komik.

Anda setuju kalau komik harus bebas dari nilai agama?

Saya kurang setuju. Mungkin ada orang yang berpikir entertainment itu yang penting menghibur, tapi bagi saya, hiburan boleh, tapi sebaiknya tetap dalam rambu-rambu moral dan agama.

Ke depan rencana Anda selanjutnya apa?

Untuk saat ini tidak bikin komik secara profesional. Mungkin menggambar kalau ada yang pesan.*/Andi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga