Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh Jejak-jejak Tsunami Aceh

Jejak-jejak Tsunami Aceh

Hidayatullah.com– 11 tahun belakangan ini, setiap tanggal 26 Desember selalu dikenang sebagai hari berduka bagi masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Pada 26 Desember 2004 lalu, bumi Serambi Makkah itu dihantam bencana tsunami dahsyat yang menewaskan sekitar 170 ribu warganya.

Di Tanah Rencong ini, terkhusus di Banda Aceh sebagai Ibukota provinsi, terdapat sejumlah situs yang menandakan jejak-jejak tsunami.

Misalnya, PLTD Apung I, sebuah Pembangkit Listik Tenaga lepas pantai dengan bobot 2600 ton. PLTD berbentuk kapal ini didorong sejauh 5 kilometer ke daratan oleh gelombang tsunami.

Saat ini, PLTD milik PLN tersebut berlokasi di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh. Di kawasan situs yang dijadikan obyek wisata ini dibangun Monumen Tsunami yang menampilkan nama-nama para korban tsunami.

Ada pula Masjid Baiturrahim di Ulee Lehue, Kecamatan Meuraxa. Masjid ini saat musibah itu termasuk bangunan yang selamat dari gelombang tsunami. Meski begitu, sejumlah bagian bangunannya tampak rusak dan telah direnovasi.

Di sini dibangun museum kecil yang di antaranya menampilkan foto-foto peristiwa tsunami khususnya yang menimpa masjid tersebut.

Untuk mengenang peristiwa itu, di Banda Aceh dibangun gedung Museum Tsunami Aceh. Gedung yang diarsiteki oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ini merupakan obyek wisata tsunami lainnya.

Di sini di antaranya dipajang rongsokan helikopter milik Polda Aceh, yang juga merupakan korban keganasan tsunami. Saat kejadian, helikopter NBO-105 itu berada di halaman Mapolda Aceh.

Gambar-gambar diambil pada 31 Mei 2015 lalu.

Foto dan teks: Muh. Abdus Syakur /Hidayatullah.com

Baca Juga