frontpage hit counter
Tazkiyatun Nafs

Ciri-ciri Nabi Adam a.s Melekat pada Semua Manusia

Ciri-ciri Nabi Adam a.s Melekat pada Semua Manusia
Ilustrasi.

CIRI yang pertama adalah pengetahuan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan pengetahuan kepada Nabi Adam a.s. sehingga praktis semua umat manusia, anak keturunan Adam, pun dituntut atau memiliki dorongan untuk mencari pengetahuan. Pada sebagian orang, dorongan ini bersifat aktif, sedangkan pada sebagian lainnya pasif atau tidak dominan.

Ciri kedua ketergesa-gesaan dan rasa ingin tahu. Percobaan pertama yang dilakukan Adam dan Hawa a.s. dengan memakan (buah) pohon terlarang mungkin timbul dari rasa ingin tahu mereka. Keduanya melakukan itu untuk meyakinkan, apakah mereka benar-benar akan menjadi malaikat ataukah akan hidup selama-lamanya.

Namun, secara kebetulan mereka akhirnya justru menyadari rasa malu mereka (karena bagian tertentu tubuh mereka terlihat). Rasa ingin tahu pada anak cucu Adam inilah yang kemudian mendorongnya melakukan segala eksperimen dalam berbagai bidang. Sementara, ketergesa-gesaan membuat manusia ingin berjalan lebih cepat dan bersegera memperoleh sesuatu, yang kemudian dikenal sebagai temuan dan pencapaian ilmiah.

Sungguh kebetulan yang menarik bahwa sebagaimana dalam kasus Adam dan Hawa a.s. banyak eksperimen dilakukan para ilmuan dengan tujuan-tujuan tertentu, tetapi anehnya dalam banyak kasus hasil-hasil yang mereka capai justru berbeda. Sejarah sains penuh dengan berbagai temuan yang tidak terduga semacam itu.

Ciri yang ketiga adalah status dan kedudukan. Adam a.s diberi status istimewa sebagai khalifah untuk memerintah (menguasai) bumi. Karena itulah semua manusia tergila-gila mengejar status (kedudukan). Hasrat untuk mengejar status, kekuasaan, dan supremasi inilah yang sering menjadi penyebab utama timbulnya gangguan pada semua tingkatan, mulai dari (kepentingan) perorangan hingga kepentingan komunitas dan bangsa.

Ciri yang keempat penguasaan atas energi. Para malaikat (energi) diperintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Dengan demikian, manusia memegang komando pada situasi tersebut, dalam pengertian bahwa manusia mempergunakan bermacam-macam energi untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai urusan mereka. Dan ternyata, salah satu pencapaian ilmiah paling utama adalah penguasaan dan pemanfaatan berbagi energi seperti, misalnya energi hidrotermal, tenaga nuklir, dan sebagainya.

Ciri kelima kenikmatan. Adam dan Hawa a.s. diperintah Allah untuk menetap di surga, tempat mereka bisa makan dan minum sesuka hati. Artinya, mereka diberi kehidupan ideal yang penuh kenikmatan. Banyak upaya ilmiah dilakukan manusia dengan tujuan agar mendapatkan lebih banyak kenikmatan yang selama ini dikejar dan menjadi tujuan semua manusia.

Ciri keenam panjang umur. Kematian adalah fenomena yang mengganggu dan menghantui manusia. Adam dan Hawa ingin melepaskan diri dari rasa takut akan kematian ini dan ingin hidup selama-lamanya sehingga mereka makan buah pohon terlarang. Karenanya, rasa takut akan kematian dimiliki semua manusia. Dan kebanyakan di antara kita ingin hidup selama mungkin.

Mungkin, sebagian besar penelitian ilmiah, tanpa disadari, bertujuan untuk mendapatkan cara atau sarana agar manusia mendapatkan rentang usia yang lebih panjang. Banyak di antara kita menaati perintah Tuhan karena ingin sekali berumur panjang dan memperoleh kenikmatan selama-lamanya dalam bentuk surga, yang dijanjikan Allah kepada orang yang bertakwa.

Ciri ketujuh adalah pakaian dan rasa malu. Ketika kecenderungan jahat muncul, Adam dan Hawa a.s. menutup tubuh mereka dengan dedaunan. Mungkin karena kesadaran akan rasa malu inilah manusia memakai kain untuk menyembunyikan (menutup) bagian-bagian tubuh mereka yang sangat pribadi; selain tentu saja ada faktor penting lainnya, yaitu untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin.

Ciri kedelapan godaan. Adam dan Hawa a.s. digoda setan sehingga mereka melanggar larangan Allah dan kemudian makan (buah) pohon terlarang. Setelah itu mereka bertobat dan memohon ampunan Allah. Sebagaian besar manusia terjerumus dalam perangkap setan sehingga melanggar perintah-perintah Allah dan melakukan dosa. Namun, cepat atau lambat, banyak di antara kita bertobat dan memohon ampunan-Nya.

Mudah-mudahan Allah mengampuni kita sebagaimana Dia mengampuni kakek-nenek kita Adam dan Hawa. Gen-gen yang membawa warisan berbagai ciri tersebut tampaknya bersifat aktif pada sejumlah orang dan pasif atau tidak dominan pada sebagian lain dengan kadar berbeda-beda.

Ciri kesembilan adalah keimanan akan adanya Allah. Adam a.s. telah dianugerahi pengetahuan oleh Allah sehingga kemudian Dia memerintah para malaikat bersujud kepadanya, serta menyuruh Adam dan Hawa untuk tinggal di surga. Namun, kemudian Dia mengusir mereka dari sana. Itu semua merupakan bukti memadai yang menegaskan bahwa Adam dan Hawa adalah saksi-saksi atas keberadaan Allah. Ciri ini pulalah, yaitu keimanan akan adanya Allah, yang diwariskan kepada kita melalui gen-gen yang ada dalam diri kita.*/Andry (Dikutip dari buku Ayat-Ayat Semesta, Karangan Dr. Mir Aneesuddin, M.Sc)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Syaiful Irwan

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH