frontpage hit counter
Akhir Zaman

Jika Nilai Kebenaran Dirusak, Itulah Isyarat Kemunculan Dajjal

Jika Nilai Kebenaran Dirusak, Itulah Isyarat Kemunculan Dajjal
Apa yang terjadi di Suriah, tampaknya tidak lepas dari finah Dajjal.

SEJARAH permusuhan antara ahlul haq dan ahlul batil adalah sejarah panjang yang terus terulang dari masa ke masa. Tabiat dan karakternya selalu sama; tidak akan pernah berdamai, apalagi bersanding mesra. Keduanya bagai timur dan barat. Bagai air dan minyak yang tidak akan pernah bisa melebur.

Sejarah permusuhannya sudah dimulai di surga, sejak Adam diciptakan, yaitu saat Iblis menolak perintah Allah untuk sujud hormat kepada Adam. Maka sejak itulah Iblis bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Sejak itu pula terbelah dua kelompok besar di alam semesta; hizbullah dan hizbusysyaithan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis, “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya. (Al-A’raf: 11-18)

Dajjal, mitra abadi Iblis dalam menyesatkan Bani Adam:

• Dalam perjalanan panjang menggoda Bani Adam, Iblis merasakan kegagalan berulang-ulang. Selama 10 abad pertama, bisa dikatakan Iblis gagal lantaran tidak mampu membuat manusia menyekutukan Allah, walaupun Iblis mampu menggoda mereka untuk melakukan dosa lainnya.

• Hingga datanglah ‘kabar gembira’ akan lahirnya seorang anak keturunan Nabi Nuh dari jalur Yafits yang akan menjadi sekafir-kafir manusia dengan segala kelebihan yang dimilikinya.

• Sosok tersebut adalah Dajjal laknatullah yang diberi berbagai keistimewaan, di antaranya umur yang panjang dan berbagai kemampuan layaknya Iblis.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan Nabi tersebut telah memperingatkan kaumnya dari fitnah Dajjal. Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya akan fitnah Dajjal, demikian pula para Nabi sesudahnya. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal akan muncul di antara kalian (maksudnya pada masa umat ini yang merupakan umat terakhir, pent) dan perkara Dajjal itu tidak samar lagi bagi kalian. Demikian pula perkara Rabb kalian tidak samar lagi bagi kalian (beliau bersabda demikian sebanyak tiga kali). Sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah mata-Nya. Adapun Dajjal adalah makhluk yang buta mata sebelah kanannya, seakan-akan matanya adalah buah anggur yang terapung.”

Dalam riwayat Muslim: “…Akan tetapi aku akan mengatakan kepada kalian sebuah perkataan (tentang sifat Dajjal) yang belum pernah diucapkan oleh seorang Nabi pun sebelumku. Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah mata-Nya. Sebaliknya, Dajjal itu buta sebelah matanya.”

Dajjal, raja pendusta yang memalingkan Bani Israel dari ajaran Tauhid menuju Paganisme:

• Dalam proses menggoda manusia, Dajjal menjelajah ke segenap penjuru dunia. Dajjal juga membutuhkan mitra untuk proyek besarnya. Dajjal membutuhkan para pengikut yang loyal dengan ajaran Iblis, punya kemampuan dan kekuatan besar.

• Dalam proses menemukan kaum yang akan dijadikan sebagai mitra dan partnernya, maka Dajjal melihat bahwa Bani Israel adalah suatu kaum dengan karakter yang paling mewakili. Maka sejak awal perjumpaan Dajjal dengan bani Israel, Dajjal terus mewariskan semua program perusakan manusia.

• Semua penyimpangan Bani Israel tidak bisa dilepaskan dari fitnah Dajjal. Kejahatan dan kelicikan Bani Israel, pendustaan risalah, pelecehan syariat, pembunuhan para nabi dan rasul, pemalingan dari akidah tauhid menjadi trinitas dan paganis, perubahan teks Injil dan Taurat, munculnya kitab Talmud, dan seabrek kejahatan Bani Israel, semuanya merupakan bagian dari fitnah Dajjal.

Karenanya, tidaklah seorang nabi Bani Israel yang diutus, melainkan semuanya mengingatkan kaumnya akan bahaya fitnah Dajjal. Bukti bahwa ajaran Bani Israel hakikatnya adalah ajaran pagan Dajjal bahwa setiap kali nabi dan rasul diutus kepada mereka, maka sebagian besar menentang ajaran itu, bahkan hingga tingkat para pemuka agama Bani Israel tidak mengenali hakikat ajaran para nabi tersebut. Yang demikian itu terjadi lantaran ajaran yang diyakini oleh Bani Israel adalah ajaran pagan yang bertolak belakang dengan ajaran para nabi dan rasul.

Semua fitnah yang ada merupakan gerbang menuju terbukanya fitnah terbesar di akhir zaman. Dari Hudzaifah ra, dia berkata:

Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah saw, lalu beliau bersabda, “Sungguh aku, sungguh fitnah sebagian kalian lebih kutakuti daripada fitnah Dajjal. Tiada seorang pun yang selamat dari fitnah sebelumnya kecuali dia juga selamat darinya. Tiada satu fitnah pun yang diciptakan sejak terjadinya dunia ini, yang kecil maupun yang besar, kecuali tersia-siakan karena fitnahnya Dajjal.”

Akan ada fitnah-fitnah yang akan dialami umat ini sebelum kemunculan Dajjal. Ada keterkaitan fitnah-fitnah ini dengan fitnah Dajjal, sehingga bagaimana pun sebagian perkara yang kita alami dari fitnah-fitnah itu ada yang bersesuaian sifatnya dengan fitnah Dajjal.

Hari ini kita hidup di zaman yang seluruh fitnah berkumpul menjadi satu. Umat Islam abad 21 hidup dalam kepungan 3 fitnah sekaligus; fitnah peperangan dan pembantaian antar-sesama muslim, fitnah harta dan kesenangan dunia, dan fitnah gelapnya pemikiran dan ideologi sesat yang dipasarkan secara sistemik dan holistik

Ketika kita hidup di era Dajjal. Ahmad Thomson menyebutkan tiga macam pola dasar pengelompokan sosial:

• Pertama, masyarakat pedalaman sederhana yang hidup selaras dengan alam namun tidak mengikuti syariat kenabian dalam peribadatan.

• Kedua, masyarakat Islam yang selaras dengan alam dan mengikuti syariat kenabian.

• Ketiga, masyarakat kafir yang hidup tidak selaras dengan alam semesta dan sengaja menolak syariat Sang Pencipta.

Masyarakat pertama perlahan semakin menghilang seiring laju perkembangan teknologi dan informasi. Walaupun eksistensi mereka akan tetap ada, namun mayoritas kita tidak berada di kelas itu.

Adapun jenis kelompok kedua, gambaran yang paling ideal terjadi pada generasi terbaik umat Islam; sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Adapun masyarakat ketiga, inilah jenis masyarakat yang paling mendominasi dunia; masyarakat yang bermusuhan dengan alam semesta dengan beragam aktivitas eksploitasi alam -juga manusianya- secara liar. Semua itu dilakukan untuk memenuhi nafsu mereka dan dalam upaya menentang syariat Pencipta mereka. Inilah masyarakat kafir yang kehidupan mereka tunduk di bawah kendali Iblis melalui sistem Dajjal dan kaki tangannya.

Inilah era kita hidup, era yang tanpa sadar menyeret kaum muslimin masuk dalam pusaran permainan mereka untuk selanjutnya mustahil bisa keluar darinya. Pola hidup masyarakat kelas ini telah menjadi sesuatu yang sistemik, berlaku secara global, dan menjangkau seluruh bidang kehidupan manusia. Aktivitas politik, sosial, ekonomi, budaya, militer, pemikiran dan peradaban, semuanya berada dalam kendali sistem kufur ini.

Inilah zaman yang oleh Nabi disebut sebagai zaman fitnah, zaman yang semua sistem kenabian telah dijungkirbalikkan, serta norma dan nilai kebenaran dirusak tanpa ada yang tersisa.Sangat berat hidup di era ini; era Dajjal, era seluruh masyarakat dunia telah buta, yang karenanya si mata satu merasa pantas menjadi raja.*/Andriy (dikutip dari buku Dunia Akhir Zaman, karya Abu Fatiah Al-Adnani)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Syaiful Irwan

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga