frontpage hit counter
Embun Hikmah

Ustadz Abdul Somad Sesat?

Ustadz Abdul Somad Sesat?
IG @abdullahhadrami

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

 

AKHIR-AKHIR ini ada sebagian saudara kita yang menuduh Ustadz Abdul Somad (UAS) hafidhahullah ‘tersesat’ karena meyakini aqidah Asy’ari, benarkah demikian?

Mari kita sedikit memikirkan dampak dari vonis diatas.

Aqidah Asy’ari adalah aqidah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia dan bahkan para ulama ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqih, dan lainnya semenjak dahulu kala sampai saat ini banyak ulama yang meyakini aqidah Asy’ari.

Konsekuensinya, jika kita menuduh Ustadz Abdul Somad hafidhahullah tersesat karena meyakini aqidah Asy’ari berarti kita juga menuduh semua ulama tersebut telah tersesat pula.

Imam Nawawi yang mensyarah Shahih Muslim, aqidahnya Asy’ari, berarti sesat. Ibnu Hajar yang mensyarah Shahih Bukhari, aqidahnya Asy’ari, berarti sesat.

Baca: Akibat Kurang Piknik

Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari pendiri NU, aqidahnya Asy’ari, berarti sesat!

Orang-orang NU dan Habaib, aqidahnya Asy’ari, berarti sesat. Silahkan diteruskan sendiri, berapa juta ulama yang akan kita tuduh sebagai tersesat karena beraqidah Asy’ari.

Kemudian kita berbicara ukhuwah?

Ukhuwah model apa yang hendak kita capai jika kita telah memvonis sesat saudara-saudara kita?  Mungkinkah terjadi ukhuwah jika seperti ini?

قال السفاريني الحنبلي في” لوامع الأنوار”:

أهل السنة والجماعة ثلاث فرق:

الأثرية وإمامهم أحمد بن حنبل،

والأشعرية وإمامهم أبو الحسن الأشعري،

والماتريدية وإمامهم أبو منصور الماتريدي،

وأما فرق الضلالة فكثيرة جداً . ا.هـ

Imam As-Safariniy Al-Hanbali rahimahullah (1114-1188 H) dalam “Lawami’ Al-Anwar” mengatakan:

“Ahlus Sunnah wal Jama’ah terdiri dari 3 golongan yaitu; Pertama,  Al-Atsariyah, Imam mereka adalah Ahmad ibn Hanbal. Kedua,  Al-Asy’ariyah, Imam mereka adalah Abul Hasan Al-Asy’ari. Ketiga, Al-Maturidiyah, Imam mereka adalah Abu Manshur Al-Maturidi.

Adapun golongan-golongan sesat maka jumlahnya banyak sekali”.

Baca: Asy’ari dan Identitas Muslim Nusantara

Jadi, menurut Imam As-Safariniy Al-Hanbali rahimahullah Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu pengertiannya luas sekali, meliputi;  Al-Atsariyah (Imam mereka adalah Ahmad ibn Hanbal), mereka disebut juga dengan Ahlul Hadits, dan saat ini dikenal dengan Salafy.

Kedua,  Al-Asy’ariyah (Imam mereka adalah Abul Hasan Al-Asy’ari), saat ini diikuti oleh NU, Habaib dan yang sepemahaman dengan mereka.

Ketiga, Al-Maturidiyah (Imam mereka adalah Abu Manshur Al-Maturidi), saat ini diikuti oleh penganut Madzhab Hanafi.

Penjelasan yang disampaikan oleh Imam As-Safariniy Al-Hanbali rahimahullah ini sangat cocok dan tepat untuk diamalkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pemahaman umat Islamnya sangat beragam demi menjaga ukhuwah, juga persatuan dan kesatuan NKRI.

Caranya bagaimana?

Caranya adalah dengan berusaha memahami dan menghargai sudut pandang yang lain supaya nyambung dan tidak terjadi salah faham atau gagal faham.

Cara seperti ini sudah kami praktekkan dan alhamdulillah menghasilkan dampak positif, juga mendapat respon yang baik dari semua kalangan dan tentu saja yang nomer satu adalah kami berharap ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalam berbagai kesempatan kami sering menganjurkan kepada umat agar membaca buku karya Ustadz Abdul Somad hafidhahullah yang berjudul “37 Masalah Populer” tujuannya adalah untuk membuka wawasan agar luas dan tidak sempit. Walaupun kita berbeda pendapat tapi kita mengetahui bahwa yang berbeda dengan kita itu juga mempunyai argumentasi dan hujjah yang sepatutnya kita berlapang dada dalam menyikapinya karena pada intinya kita adalah sama, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Kesimpulannya, kalau kita menuduh Ustadz Abdul Somad hafidhahullah tersesat karena meyakini aqidah Asy’ari berarti kita juga menuduh berjuta-juta ulama dan umat Islam semenjak dahulu kala sampai saat ini telah tersesat pula, dan tuduhan ini adalah luar biasa!

Ya Allah, bersihkan hati kami dari kebencian kepada sesama muslim apalagi kepada para ulama, aamiin ya Robb..

Saya Salafy dan Ustadz Abdul Somad hafidhahullah NU Asy’ariy, Kita Saling Cinta Karena Allah, Kita Semua Ahlus Sunnah Wal Jama’ah walau ada beberapa perbedaan sudut pandang diantara kita.

Saya (Abdullah Hadrami) kenal Ustadz Abdul Somad hafidhahullah semenjak sekitar tiga tahun lalu ketika saya diundang acara di beberapa tempat diantaranya Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau, waktu itu beliau masih belum terkenal seperti sekarang ini.

Kisah cinta terpanjang itu adalah saling cinta karena Allah.

Baca: Shalahuddin Al Ayyubi dan Penyebaran Akidah Al Asy’ariyah

Dimulai dengan saling menasehati untuk menjadi lebih baik. Berlanjut dengan saling mendoakan dikala dekat dan jauh.

Puncaknya adalah bertemu di ‘Mimbar-Mimbar dari Cahaya’ di Surga sukses dengan meraih cinta Allah.

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi: “Orang-orang yang saling cinta karena Aku, untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya..” [HR:  At-Tirmidzi dan beliau berkata: Hadits Hasan Shahih]

Ya Allah, masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang saling cinta karenaMu, aamiin ya Mujibas Sa’ilin.

Mari kita waspada dan jangan sampai kita mau diadu domba. Semoga Allah menjaga dan melindungi NKRI dari siapa saja yang berniat merusaknya, aamiin. Semoga bermanfaat.*

 

Malang, Selasa 13 Jumadal Ula 1439 / 30 Januari 2018

Hamba Allah yang selalu berharap terjalinnya ukhuwah Islamiyyah

@AbdullahHadrami

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Bank Muamalat

Kuliah Turki