Keluarga Sakinah

Ibu, Susuilah Anakmu (2)

Ibu, Susuilah Anakmu (2)

DALAM buku berjudul “ASI Susu Terbaik (Bestis Breast)” karya Dr. Stanway, dinyatakan:

“Salah satu fakta yang tidak terbantahkan ialah bahwa kanker payudara –yaitu kanker yang paling banyak menyerang wanita– semakin meluas penyebarannya selama dua abad yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan bahwa 1 dari 20 wanita di Barat meninggal karena kanker payudara, dan 1 dari 4 wanita di sana mengeluh sakit di bagian payudara pada waktu-waktu tertentu.”

Mengapa bisa terjadi begitu banyak kasus? Dan mengapa payudara wanita rentan terhadap penyakit ini? Dr. Stanway menjawab: “Kemungkinan besar banyak wanita yang memperlakukan payudaranya secara tidak wajar dan berlawanan dengan fungsi payudara yang alami, yaitu untuk menyusui bayi.

Para wanita –yang menolak menggunakan payudara mereka untuk melaksanakan fungsi utamanya (yaitu menyusui bayi)– itu harus membayar mahal dengan penyakit yang mereka terima akibat penolakan itu. Menyusui bayi secara alami merupakan cara terbaik untuk mengatur jarak kelahiran di seluruh dunia. Sebab, sebagian besar wanita yang menyusui anaknya tidak mengalami haid.

Sebagaimana diketahui kanker rahim berhubungan erat dengan kanker payudara. Dan boleh jadi daur haid yang dialami wanita dalam hidupnya memainkan peran yang berdampak terhadap rahim. Sebab, setiap bulan payudara, rahim dan ovarium mengalami perubahan-perubahan fisiologis dan anatomis, dan organ-organ itu siap melakukan pembuahan (ovulasi) dan membentuk janin.

Akan tetapi di era kita yang modern ini hanya ada satu atau dua buah telur saja yang dibuahi (seorang wanita melahirkan satu atau dua orang anak saja) sepanjang hidup wanita yang mengalami 450 daur haid. Sedangkan sisanya mati sia-sia. Dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh itu merasa kecewa dan getir dari tahun ke tahun, ketika seorang wanita hanya mengandung sebanyak 1 atau 2 kali saja sepanjang hidupnya. Barangkali hal inilah yang menjadi penyebab meluasnya beragam penyakit yang menyerang organ-organ reproduksi.

Inilah yang dikatakan oleh Dr. Stanway di dalam bukunya. Dan ini mengisyaratkan bahwa wanita-wanita modern yang membatasi dirinya dengan satu atau dua anak saja sesungguhnya sedang membuka peluang bagi organ-organ reproduksinya untuk terjangkit penyakit-penyakit tersebut.

Bukankah Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah bersabda:

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur (banyak anak). Karena sesungguhnya aku membanggakan banyaknya jumlah kamu terhadap umat umat yang lain.” (HR Abu Dawud).

Dr. Stanway juga mengatakan: “Kanker payudara dan kanker rahim sangat pesat penyebarannya. Bahkan satu dari lima wanita berakhir dengan pengangkatan rahimnya. Seorang wanita harus memulai kehamilannya beberapa tahun setelah mencapai akil baligh. Fakta menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan anak pertamanya pada usia dini (kurang dari 20 tahun) lebih kebal terhadap penyakit kanker payudara. Organ reproduksi wanita menganggur selama 12-15 tahun (hingga mencapai usia haid tetapi belum mampu melahirkan anak). Dan apabila kita terus melarang organ ini untuk menghasilkan anak, berarti kita meningkatkan resiko kaum wanita kita terhadap berbagai masalah.”

Dalam konteks masa menyusui Dr. Stanway mengatakan: “Dari segi kebutuhan nutrisi setiap bayi di Barat cukup mendapat asupan ASI selama 8 bulan. Namun untuk kepentingan si ibu ada segala macam alasan yang mendorong si ibu untuk melanjutkan pemberian ASI dalam jangka waktu yang panjang, sekalipun sebagian besar nutrisi anaknya berasal dari makanan lain. Sebab, penghisapan puting susu secara berulang-ulang dapat mendorong hormon-hormon dalam tubuh si ibu untuk mencegah turunnya indung telur dari ovarium ke rahim selama beberapa bulan.

Dalam hal ini menyusui tidak hanya berfungsi sebagai kontrasepsi (pencegah kehaliman) alami, melainkan juga dapat mencegah terjadinya perubahan-perubahan bulanan semasa haid. Hal ini akan membuat organ reproduksi terlepas dari tugas yang berat itu.”

Bukankah kebijaksanaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menuntut agar masa menyusui berlangsung selama dua tahun penuh? Selama periode itu bayi mendapat asupan nutrisi, imuniti dan kasih sayang. Dan selama periode itu pula organ-organ reproduksi wanita –seperti rahim, ovarium dan lain-lain– beristirahat.

Ustadz Sayyid Quthub (dalam tafsirnya Fi Zhilalil Qur’an) mengatakan: “Allah mewajibkan seorang ibu menyusui bayinya selama dua tahun penuh. Sebab, Allah mengetahui bahwa periode itu adalah periode yang paling ideal bagi anak dari semua segi, baik kesehatan maupun kejiwaan. Ini bagi orang yang ingin memberikan air susu ibu secara sempurna. Kajian-kajian kesehatan dan kejiwaan masa kini membuktikan bahwa periode dua tahun itu adalah periode yang sangat penting bagi perkembangan anak secara normal dari segi kesehatan dan kejiwaan.*/Sobri Mersi Al-Faqi, dari bukunya Solusi Problematika Rumah Tangga Modern.

Rep: Admin Hidcom

Editor: Syaiful Irwan

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Afrakids