frontpage hit counter
None

Pangeran Charles Enggan Kunjungi Myanmar karena Kekerasan Rohingya

Pangeran Charles Enggan Kunjungi Myanmar karena Kekerasan Rohingya
Pangeran Charles menyambut kunjungan Aung San Suu Kyi di Clarence House di London, Inggris

Hidayatullah.com–Pewaris Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, enggan mengunjungi Myanmar dalam kunjungan resminya ke kawasan Asia Tenggara dan India, yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Keputusan tersebut dibuat menyusul insiden kekerasan dan ‘pembersihan etnis’ oleh militer Myanmar dan kelompok aktivis Buddha radikal.

Bulan lalu, media melaporkan bahwa Pangeran Charles akan berhenti di Myanmar dalam kunjungan resminya atas nama pemerintah Inggris.

Namun, Mynmar dicoret dalam jadwal akhir kunjungan yang diumumkan hari Rabu (04/10/2017).

Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, hanya akan mengunjungi Singapura dan Malaysia sebelum pergi ke India untuk bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

“Kami telah meninjau berbagai opsi dan dengan ini kami umumkan bahwa kami akan melanjutkan kunjungan kami ke Singapura dan Malaysia,” kata Wakil Kepala Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran, Philip Malone kepada wartawan dikutip Reuters.

Baca: Inggris Berhenti Melatih Militer Myanmar –

Namun, Malone dan asisten kerajaan menolak untuk menjelaskan kunjungan tersebut.

Saat ini, lebih dari 500.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh selama beberapa bulan setelah militer membakar dan menyerang permukiman mereka, sebagaimana digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai contoh buku teks’ tentang pembersihan etnis’.

Bulan lalu Inggris menangguhkan program pelatihannya untuk militer di Myanmar karena kekerasan tersebut, dan hubungan diplomatik kedua negara telah memburuk.

Baca: Akibat Isu Rohingya: Universitas Oxford Copot Gambar San Suu Kyi

Pegiat hak asasi manusia pun menentang kunjungan kerajaan ke negara itu.

“Untuk seseorang seperti Pangeran Charles mengunjungi negara itu akan dipandang sebagai hadiah, dan memberi legitimasi kepada pemerintah serta militer yang saat ini melanggar hukum internasional,” kata Mark Farmaner, direktur Kampanye Myanmar Inggris.

Sementara itu, Pangeran Charles dan Camilla diperkirakan tiba di Singapura pada tanggal 31 Oktober sebelum meninggalkan Malaysia untuk merayakan ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik antara kedua negara.

Setelah itu, Charles dan istrinya akan melanjutkan kunjungan 11 hari mereka ke India. *

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga