frontpage hit counter
None

HRW: Al Sisi Harus Prioritaskan Reformasi, Mengakhiri Pelanggaran HAM

HRW: Al Sisi Harus Prioritaskan Reformasi, Mengakhiri Pelanggaran HAM
AFP
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi (tengah), Menteri Pertahanan Sedki Sobhi (kiri) dan Kepala Staf Mahmoud Hegazy (kanan) mendengarkan lagu kebangsaan Mesir

Hidayatullah.com–Human Rights Watch juga mendesak sekutu Mesir untuk menekan Sisi – yang telah memasuki masa jabatannya yang kedua sebagai presiden – untuk mengakhiri tindakan keras pada Organisasi non-Pemerintah (NGO), menghetikan penghilangan paksa, melepaskan tahanan politik dan jurnalis serta melindungi minoritas, lapor Albawaba.

Sisi memenangkan Pemilu dengan lebih dari 97 persen suara pada minggu lalu, menurut hasil resmi yang mencatat angka partisipasi hanya 41 persen.

Otoritas Mesir berusaha meningkatkan jumlah partisipan dalam upaya untuk mensahkan Pemilu satu putaran.

Para gubernur provinsi dan pejabat lain menjanjikan insentif dan bantuan finansial, dan dalam beberapa kasus menggunakan ancaman untuk mendorong orang-orang berpartisipasi dalam Pemilu.

Baca: Rezim Al-Sisi Bunuh Delapan Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir

Otoritas juga mengancam akan mendenda sekitar $30 siapapun yang memboikot Pemilu.

Presiden Sisi meraih tampuk kekuasaan setelah dia menyingkirkan presiden pertama yang terpilih secara demokratis Mohamad Mursi pada 2013. Sejak itu, otoritas telah melancarkan penindasan terberat terhadap perbedaan pendapat dalam sejarah modern Mesir.

Mesir menempati peringkat 161 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers, menurut Index Kebebasan Pers 2017 Reporters Without Borders (Wartawan Tanpa Batas).

Demonstrasi telah dilarang dan ribuan orang telah dipenjara, oleh otoritas yang membenarkan tindakan semacam itu dengan mengatakan pihaknya berupaya mengembalikan stabilitas setelah bertahun-tahun kerusuhan dan perang dengan kelompok ISIS di Semenanjung Sinai.

Serangan-serangan militan telah melonjak sejak kudeta militer 2013, dan kekerasan juga telah menyebar di daratan utama.

Baca: Pemerintah Mesir Menangkap Jenderal ‘Penantang’ Presiden Al-Sisi

Pada akhir tahun lalu, militan di Sinai utara membunuh 305 orang dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern Mesir, di dekat masjid dekat al-Arish.

Setelah serangan masjid itu, Sisi memerintahkan kepala staf militernya untuk memadamkan serangan semacam itu dalam tiga bulan menggunakan “kekuatan yang benar-benar brutal”.

“Dalam tiga bulan, dengan rahmat Tuhan, dan dengan bantuan dan pengorbanan anda dan orang-orang di kepolisian, Mesir akan mengembalikan stabilitas dan keamanan di Sinai,” kata Sisi.

“Kekuatan yang benar-benar brutal akan digunakan. Kekuatan yang benar-benar brutal,” katanya.* */Nashirul  Haq AR

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH