frontpage hit counter
Analisis

“Sidik Jari” Mossad dalam Pembunuhan Cendekiawan Muslim

“Sidik Jari” Mossad dalam Pembunuhan Cendekiawan Muslim
Ilustrasi
Ilmuwan Tunisia, Muhammad Zawari (kiri), dibunuh Mossad tahun 2016, setelah sukses mengembangkan pesawat tak berawak | Jamal Hamdan, ilmuwan geografi Arab dibunuh setelah mengungkap fakta orang Yahudi saat ini bukan keturunan Bani ‘Israel’

Hidayatullah.com—Aksi pembunuhan cendekiawan Palestina Dr. Fadi Muhammad al-Batsh di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, mengingatkan kembali kepada aksi-aksi pembunuhan yang dilakukan intelijen luar negeri Zionis Mossad terhadap para cendekiawan Arab dan Muslim.

Selama beberapa dekade terakhir, pembunuhan para cendekiawan dan akademisi Arab dan Muslim di tangan Mossad tidak pernah berhenti. ‘Israel’ telah menyediakan aset perangkat, peralatan, para spesialis dan dana untuk aksi-aksi tersebut. Karena ‘Israel’ tahu betul bahwa aksi-aksi tersebut adalah bagian dari perang permanen dan terbuka dalam strategi mereka yang terang-terangan dan terselubung terhadap Arab.

Aksi pembunuhan al-Batsh, meski belum terungkap pihak eksekutornya, namun sidik jari eksekutor dan tokoh yang menjadi target, mengarahkan kompas tuduhan kepada dinas intelijen ‘Israel’ Mossad, yang jelas menambah sederet pelanggaran yang dilakukan di sejumlah negara, selain pelanggaran kedaulatan negara-negara tersebut, dan itu mendapatkan perlindungan internasional dan hanya menghadapi sikap kecaman yang malu-malu, tidak lebih dari sekedar kutukan dan kecaman dari negara-negara yang menjadi target.

Strategi ‘Israel’

Operasi pembunuhan yang dilakukan ‘Israel’ tidak memperhitungkan kewarganegaraan sang cendekiawan atau afiliasi intelektualnya. Ini penting ‘Israel’ harus memonopoli keunggulan praktis dan militer untuk melestarikan entitasnya. Mungkin itu adalah satu-satunya yang telah melembagakan pembunuhan, maka diciptakanlah dinas khusus untuk melakukan operasi pembunuhan tersebut. Dan dibuatkan unit khusus pembunuhan di dalam dinas intelijen Mossad.

Pasca pendudukan Palestina tahun 1948, operasi pembunuhan telah menjadi kebijakan ‘Israel’ yang kokoh pada diri para pemimpinnya. Terlebih mereka ikut dalam sejumlah operasi pembunuhan tersebut. Dan di antara tokoh utama mereka adalah orang-orang yang menduduki kursi perdana menteri Zionis ‘Israel’, seperti Yitzhak Shamir, Yitzhak Rabin, Ariel Sharon, Shimon Peres dan Menachem Begin. Mereka bergabung dengan geng Zionis (Haganah, Stern dan Argun) dan geng-geng Zionis lainnya.

Dan begitulah, ‘Israel’ terus berusaha menggagalkan setiap upaya Arab untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi. ‘Israel’ terus berusaha menghalangi upaya mereka untuk mendapatkan energi nuklir, bahkan meskipun usaha itu untuk tujuan damai, pembangunan dan ilmiah di bawah pengawasan Badan Energi Internasional.

Baca: Bagaimana Mossad Lakukan Operasi Pembunuhan

Menurut peneliti strategi di Pusat Nasional untuk Studi Timur Tengah, Hussein Ali Bahiri, operasi pembunuhan “‘Israel’” yang menarget para ilmuwan Arab dalam sepanjang sejarah, adalah karena adanya strategi “‘Israel’” yang didasarkan pada sejumlah kebijakan dan perangkat khusus untuk membunuh para cendekiawan Arab baik secara langsung melalui pelacakan dan pembunuhan para ilmuwan, atau secara tidak langsung dengan menawarkan semua upaya untuk merayu dan merangkul para ilmuwan tersebut dan merehabilitasi mereka untuk melayani kepentingan “‘Israel’”.

Dia melanjutkan, “Langkah-langkah ini digunakan untuk mempertahankan superioritas ‘Israel’ di berbagai bidang yang didukung Amerika. Hal ini yang mendorong mereka terus mengadopsi kebijakan pembunuhan terhadap para ilmuwan Arab. Bahkan sampai ‘Israel’ menekan negara-negara Barat untuk membatasi peluang bagi mahasiswa dunia ketiga, guna menolak masuknya mahasiswa Arab dalam studi yang bersifat strategis, dan menolak mereka mendaftarkan diri di tingkat studi-studi khusus yang meluluskan para ilmuwan atom dan roket.”

Operasi Pembunuhan Cendekiawan

Berikut ini adalah operasi pembunuhan paling menonjol yang dilakukan Zionis terhadap para cendekiawan Arab:

Baca: Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia

Serangkaian pembunuhan terhadap para ilmuwan Iraq selama beberapa tahun terakhir, dan kemudian terungkap Mossad ‘Israel’ berdiri di belakangnya.

Mohammad al-Zawari dibunuh Mossad setelah berhasil menemukan pesawat tanpa awal Ababil

Baca: Kisah Duel Agen Mossad dengan Pengawal Khalid Misy’al

Sejak awal tahun ini (2018) terjadi serangkaian pembunuhan yang memicu kecurigaan akan peran Mossad, yang ditengarai berdiri di belakang aksi-aksi tersebut, yaitu:

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH