Pipiet Senja: Pipiet Senja Berdakwah dengan Pena

SEBAGIAN orang jijik dan takut dengan virus. Namun ‘virus’ yang satu ini mendatangkan manfaat untuk manusia. Di antara korbannya adalah Pipiet Senja.

Bersama ‘Gerakan Santri Menulis” pemilik nama asli Etty Hadiwati Arief ini berkeliling pulau, kota hingga Negara guna menularkan virus menulis.

“Kini, saya tengah giat menyebarkan virus menulis di kalangan para santri dan tenaga kerja wanita yang di luar negeri,” katanya.

Setiap bulan, tutur Pipiet, paling tidak sebanyak tiga kali ke luar kota untuk menyebarkan virus itu ke pesantren-pesantren di Riau, Madura, dan beberapa daerah, demikian ujar Pipiet yang telah memulai gerakan ini sejak tahun 2010.

Hingga kini, ratusan karyanya telah diterbitkan dalam bentuk buku, di antaranya Jejak Cinta Sevilla, Dalam Semesta Cinta, Jurang Keadilan, Cinta Dalam Sujudku, Catatan Cinta Ibu dan Anak, Tuhan Jangan Tinggalkan Aku, Kepada YTH Presiden RI, Orang Bilang Aku Teroris, dan Menoreh Janji di Tanah Suci.

Di tengah semangatnya mengajarkan menulis di kalangan santri dan TKW, ia tetap harus bersahabat dengan penyakit yang telah dideritanya sejak usia 17 tahun: Thalasemia. Akibat penyakit ini, limpa dan kantung empedu dalam tubuhnya harus diangkat.

“Bahkan dokter sudah tiga kali memvonis saya tak akan hidup lama,” ujar Pipiet yang juga menderita sakit jantung.

Tapi hal itu tidak membuat Pipiet berdiam diri. Ia masih terus bergerak menebar kebaikan dengan mengajarkan menulis. Meski pernah suatu hari, saat Hb-nya mencapai poin 4, dirinya ambruk tak sadarkan diri. “Allah sudah memberikan saya kesempatan maka saya ingin memanfaatkannya dengan baik,” katanya.

Awal bulan Februari lalu, ia menemui wartawan majalah Suara Hidayatullah, yang berkunjung ke kediamannya di perumahan Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat.*>> Baca wawancara panjangnya di Majalah Hidayatullah terbaru “Menyebar “Virus” Menulis di Kalangan Santri dan TKW” >> Klik videonya di sini

Rep: Ainuddn Chalik

Editor: Cholis Akbar

Share This

Baca Juga

Afrakids