Opini

Mengokohkan Kalimat La Ilaha Illallah

oleh Abdurahman Muhammad *)

Misi semua nabi dan rasul yang diutus ke muka bumi, mulai dari Adam hingga Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah berubah. Meskipun syari?ah yang diajarkannya selalu berganti dari satu nabi ke nabi lainnya, tapi misi yang diemban oleh semua nabi dan rasul itu tetap sama yaitu mengajarkan, menyebarkan, memperjuangkan, dan memurnikan kalimat tauhid, la ilaha illallah.

Kalimat tauhid itu menjadi ruh yang mewarnai dan menafasi segala sisi kehidupan yang kemudian melahirkan sistem hidup. Oleh karenanya, al-Quran sangat serius dan intens mengokohkan kalimat tauhid ini agar menghujam dan mengakar secara kuat dalam jiwa orang-orang yang beriman melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menjelaskan tanda-tanda kebesaran Allah yang nampak dalam fenomena alam.

?Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi; silih bergantinya malam dan siang; bahtera yang berlayar di laut membawa yang berguna bagi manusia; apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya; dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan; dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.? (QS. Al-Baqarah: 163 ? 164)

Cara lain yang sering digunakan al-Quran adalah dengan mengingatkan manusia tentang berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah kepada manusia.

?Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rizki bagimu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).? (QS. Ibrahim: 32-34)

Tak cukup dengan kedua cara itu, al-Quran juga tak lupa mengingatkan tentang berbagai peristiwa yang bakal terjadi di hari kiamat, tentang hari berbangkit, padang mahsyar, dan hisab amalan baik dan buruk. ?Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka, disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur-luluhkan segala yang ada dalam perut mereka juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): Rasakanlah adzab yang membakar ini.? (QS. Al-Hajj: 19?22)

Dalam rangka menghujamkan kalimat la ilaha illallah ke dalam jiwa, al-Quran juga menggunakan pendekatan persuasif dengan mengenalkan nama-nama Allah yang baik (Al-Asma-ul Husna).

?Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Mengaruniai Kemanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.? (QS. Al-Hasyr: 22?24)

Al-Quran juga tidak lupa mengingatkan manusia agar senantiasa waspada terhadap musuh utamanya, Syetan. Ia adalah musuh manusia yang paling nyata.

?Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: ?Sujudlah kalian semua kepada Adam?, lalu mereka sujud kecuali Iblis. Dia berkata: ?Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?? Dia (Iblis) berkata: ?Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil saja.? (QS. Al-Israa: 61?62)

Sudahkah kita menda?wahkan kalimat tauhid la ilaha illallah tersebut secara intensif kepada ummat, seperti intensifnya al-Qur?an dalam membahasakannya?.

(*) Penulis adalah Pemimpin Umum Hidayatullah. Dari rubrik Ibrah, Majalah Hidayatullah, edisi Maret 2004)

Rep: Ahmad Sadzali

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Iklan Bazar