Berita dari Anda

Untuk Mandi, Warga Desa Tliu Harus Jalan Kaki 10 Kilometer ke Sungai

Untuk Mandi, Warga Desa Tliu Harus Jalan Kaki 10 Kilometer ke Sungai
Muhammad Adianto/PENA
Penyaluran #Sedekah Air Bersih di Desa Tliu, Amanuban Timur, Timor Tengah Selatan, NTT oleh BMH.

Hidayatullah.com– Masyarakat di Desa Tliu, Amanuban Timur, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), belakangan ini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal itu diakibatkan kurangnya curah hujan dan mengeringnya sungai yang biasa dimanfaatkan. Persoalan air bersih ini begitu mendesak bagi mereka untuk segera ditangani oleh berbagai pihak.

Aziz, salah seorang warga setempat, mengatakan, untuk mandi saja, mereka harus memanfaatkan air kali yang jaraknya begitu jauh dari permukiman mereka.

“Kira-kira untuk ke kali kita harus menempuh (jarak sejauh) 10 kilometer. Sebelum mengambil air, kita harus membuat sumur kecil, barulah dapat air,” tambah Aziz sambil tersenyum, beberapa waktu lalu.

Atas kondisi itu, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan air bersih kepada warga Desa Tliu sebanyak 8.000 liter. Penyaluran dalam program #Sedekah Air Bersih itu berlangsung tepat jelang Ramadhan 1437, Ahad (05/06/2016) lalu.

Warga terlihat antusias dan berseri-seri penuh senyum saat menadah air dari mobil pengangkut yang dihadirkan berkat donasi dari para donatur.

Warga menampung air. [Foto: Adianto]

Warga menampung air. [Foto: Adianto]

Untuk Sepekan

Aziz menyampaikan rasa bahagia dan ucapan syukurnya atas bantuan itu. Apalagi ia merasa keberadaan air bersih lebih sangat dibutuhkan di bulan Ramadhan.

“Saya secara pribadi, juga mewakili masyarakat secara umum, mengucapkan banyak terima kasih. Berkat kepedulian BMH, rasa bahagia menyambut Ramadhan semakin lengkap, karena ketersediaan air untuk beribadah,” ungkap Aziz  antusias.

Ia menambahkan, persediaan air yang disalurkan itu cukup untuk satu pekan. Kegunaannya dikhususkan untuk aktivitas bersuci dan dapur. Sementara untuk mandi, mereka tetap ke kali yang jauh tersebut.

Perlu diketahui, khusus untuk Desa Tliu, masyarakat yang beragama Islam sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) atau 198 jiwa. Kesemua itu adalah mualaf.

BMH melalui Program #Sedekah Air Bersih mengajak kaum Muslimin untuk dapat ikut berpartisipasi mengatasi kekeringan di NTT yang selalu terulang.* Kiriman Muhammad Adianto, pegiat komunitas PENA NTT

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Hidayatullah Depok

Iklan Bazar