Berita dari Anda

Emak-Emak di Turki Prihatin Kondisi Indonesia

Emak-Emak di Turki Prihatin Kondisi Indonesia
AFP/GETTY IMAGES
Ribuan warga pendatang mengungsi sejak kerusuhan berdarah pecah di Wamena, Ibu Kota Jayawijaya, Papua.

Hidayatullah.com– Berbagai permasalahan yang terjadi di tanah air, turut mengundang reaksi dari komunitas diaspora Indonesia yang berada di luar negeri. Salah satunya disampaikan oleh Persatuan Emak-Emak Peduli dan Cinta Indonesia (Perempuan Indonesia) melalui pernyataan sikapnya di Ankara, Turki pada Jumat (04/10/2019).

Juru bicara Perempuan Indonesia, Irma Cumak, menjelaskan bahwa pernyataan sikap ini menunjukkan keprihatinan dan kepedulian WNI di Turki terutama emak-emak terhadap berbagai permasalahan di tanah air.

“Saya mewakili teman-teman Perempuan Indonesia menyatakan perasaan duka yang mendalam atas segala musibah yang terjadi belakangan ini di tanah air. Rasa simpati kami sampaikan kepada seluruh korban mahasiswa dan pelajar yang tewas dan terluka dalam unjuk rasa 24-25 September yang lalu,” ungkapnya.

Irma juga mempertanyakan tindakan keras dari aparat keamanan yang menyebabkan jatuhnya banyak korban.

“Ada korban yang tewas tertembak di bagian dadanya, ada pula korban tewas dengan luka benturan benda tumpul di sekujur tubuhnya. Apakah negara kita sedang baik-baik saja?”

“Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan negara kita? Sehingga aparat keamanan bisa mengambil tindakan yang sedemikian keras terhadap para mahasiswa dan pelajar,” tegas Irma.

Sementara itu, pegiat Perempuan Indonesia, Betty Uluzman, mempertanyakan di mana kehadiran pemerintah dalam tragedi Wamena, 23 September.

“Saya sedih sekali mendengar berita tentang tragedi Wamena. Terjadi kekejaman massal yang merenggut nyawa puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Bagaimana pemerintah bisa sampai kecolongan dan membiarkan tragedi tersebut dapat terjadi?” ungkapnya.

Betty kemudian mengungkapkan kesedihannya sebagai seorang ibu dalam melihat tragedi itu.

“Sebagai seorang ibu saya bertanya, mengapa mereka (massa) tega membunuh perempuan dan anak-anak, bahkan sampai ada yang tewas dibakar. Apakah mereka tidak punya hati nurani sebagai manusia? Pedih sekali hati ini mendengar kabar tersebut.”

Baca: 10.080 Orang Mengungsi dari Wamena

“Pemerintah tidak boleh absen dalam menjaga nyawa warganegara, bahkan nyawa satu orang pun. Keamanan warganegara di wilayah konflik seperti Papua seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah,” pinta Betty seraya mengingatkan pemerintah.

Melanjutkan pernyataan rekan-rekannya, anggota muda Perempuan Indonesia, Yollanda Vusvitasari, melayangkan tuntutan agar pemerintah dapat mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM dalam kasus tewasnya pelajar dan mahasiswa serta tragedi Wamena.

“Perempuan Indonesia menuntut agar pemerintah Indonesia segera melakukan investigasi terhadap kasus pembunuhan pelajar dan mahasiswa dan kasus pembunuhan massal di Wamena. Segera tangkap dan adili para pelaku pelanggaran HAM tersebut!” tuntut Yollanda dengan semangat.

“Ini masalah nyawa yang sudah melayang dan darah yang sudah tumpah, pemerintah jangan pura-pura bisu dan tuli, seolah-olah tidak terjadi masalah apa-apa. Negara harus hadir untuk menjaga keamanan rakyatnya, tunjukkan bahwa pemerintahan ini masih punya hati nurani,” pungkasnya.* Kiriman Yolla Nda

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Hidayatullah Depok

Iklan Bazar