Internasional

AS: “Israel Membela Diri”

Hidayatullah.com–Seperti dikutip Reuters, Selasa malam, (23/3), jurubicara Gedung Putih, Scott McClellan mengatakan, ” Israel berhak untuk mempertahankan dirinya sendiri terhadap kelompok ‘teroris’,” ujarnya.

Menurut Scott, pembunuhan Syeikh Yasin, yang dimungkinankan melahirkan ancaman pembalasan dari para pejuang Hamas terhadap Israel dan Amerika Serikat, adalah kemunduran untuk mencapai prakarsa untuk jalan damai.

Seperti setali tiga uang, senada dengan Scott, jurubicara Dewan Keamanan Nasioan Gedung Putih, McCormack Sean mengatakan, “Israel berhak untuk mempertahankan dirinya sendiri”.

Pemerintaan AS yang banyak dipenuhi oleh loby Yahudi, selama ini sering menjadi pembela dan pendukung negara Zionis itu meski mereka melakukan pelanggaran HAM berat berbentuk terorisme negara. Pernyataan resmi staf pemerintahan AS ini, membuktikan dukungan terhadap bentuk terorisme oleh Israel itu.

Adopsi Gagasan Yasin

Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, siap menuntut balas atas peristiwa yang menimpa imamnya. Mereka akan mengguncang Israel di setiap kota dan jalan tidak ubahnya gempa bumi dahsyat.

“Zionis itu segera bisa melihat, bukan sekadar mendengar, respons kami. Semoga Tuhan merestui. Yang memutuskan membunuh Syekh Ahmad Yasin sejatinya dia juga telah memutuskan membunuh sendiri ratusan warga Zionis,” tegas nya dalam sebuah statemen.

Atas ancaman pembalasan oleh Hamas yang membuat bulu kuduk berdiri ini, Israel terus meningkatkan kesiagaannya. Tentara, polisi, dan personel dinas keamanan dalam negeri Israel terus siaga. Di sejumlah pusat perbelanjaan di seluruh negara itu, mata polisi selalu memicing tajam tanpa kedip kalau-kalau terjadi hal-hal yang mencurigakan. Keamanan di bus-bus, yang selama ini acap jadi target aksi bom bunuh diri, juga diperketat. Menurut polisi, aksi siaga ini bisa berlangsung beberapa minggu.

Langkah keamanan juga dilakukan Israel atas misi-misi dan entitas penting mereka di luar negeri, seperti kedubes, konsulat, dan kantornya perwakilan lainnya di luar negeri. Pejabat Israel menyarankan berbagai pusat Yahudi di seluruh dunia mengambil langkah pencegahan.

“Kami khawatir kelompok yang beroperasi di luar negeri, seperti Hizbullah atau al-Qaidah, akan melancarkan serangan guna menunjukkan solidaritas kepada Hamas,” ujar seorang pejabat Israel kemarin.

Meski Syeikh Ahmad Yasin telah ‘syahid’, hampir semua kelompok pejuang Palestina, baik Hamas ataupun Jihad Islam mengatakan akan tetap mengadopsi semua gagasan pendiri Hamas tersebut. (rtr/ap/afp)

Rep: Ahmad Sadzali

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Iklan Bazar