Internasional

HT Bantah Dianggap Terlibat Bom

Senin, 1 Agustus 2005

Hidayatullah.com–Hizbut Tahrir, membantah dikait-kaitkan dengan tindakan teror berupa bom Inggris. Bantahan ini disampaikan jurubicara Hizbut Tahrir Inggris Hormat kami, Dr Imran Waheed yang kemudian dikirim ke redaksi hidayatullah.com.

Bantahan Imran Waheed ini berkaitan dengan berita kantor berita BBC, Inggris yang sebelumnya ikut menyeret nama organisasi Islam yang juga punya cabang di Indonesia ini.

Sebelumnya, 21 Juli lalu, dalam program ‘Up All Night’ dini hari, BBC Radio 5 Live, London menyiarkan wawancara panjang dengan wawancara panjang dengan Khalif Mahmood, anggota parlemen yang menyerukan pelarangan atas organisasi HT.

Dalam wawancara itu, Khalif membuat sejumlah tuduhan serius seolah-oleh HT terlibat tindakan terror yang membuat warga Inggris trauma.

Secara sembarangan, dalam wawancara itu Khalif Mahmood menuduh HT terlibat dalam “intimidasi fisik dan verbal” dan telah “melakukan kekerasan fisik”. Ia juga menuduh HT mengumpulkan dana untuk terorisme. Khalif juga menggambarkan, seolah-olah HT sebuah ‘sekte’ layaknya kelompok David Koresh.

Tuduhan serius itu langsung dibantah Imran Waheed. Menurut Waheed, organisasi HT merupakan organisasi intelektual yang mengajak masyarakat berfikir dan berdiskusi, bukan mengajarkan cara terror.

“Hizbut Tahrir Inggris merupakan organisasi intelektual dan politik Islam yang berusaha mengubah pemikiran masyarakat melalui diskusi dan debat intelek, dan tidak dengan cara kekerasan atau intimidasi, “ ujar Waheed dalam siaran pers nya. 

“Dengan tegas kami nyatakan bahwa tidak ada seorangpun anggota kami yang terlibat dalam konfrontasi seperti yang Mr Mahmood sebutkan.  Tuduhan bahwa kami terlibat dalam intimidasi fisik dan verbal dan bahwa kami terlibat dalam kekerasan fisik adalah sesuatu yang sama sekali tidak berdasar, “ tambahnya.

Lebih jauh, Waheed mengaku kecewa dengan cara-cara BBC yang tidak memberi kesempatan hak jawab dengan leluasa saat menuduh HT dalam wawancaranya dengan Khalif Mahmood.

Pasca peledakan bom, pemerintah Inggris begitu sensitive terhadap organisasi dan gerakan-gerakan Islam, termasuk symbol-simbol Islam dan Arab. (wadjdi/cha)
 

Rep: Ahmad Sadzali

Editor: Administrator

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Iklan Bazar