Internasional

Ramadhan Pertama di Masjid An-Nur Jeanfilie Paris

Hidayatullah.com–Bangunan itu tampak eksotik. Corak arsitekturnya benar-benar terlihat unik: sebuah perpaduan antara Maghrib dan Turki. Dari arah luar, siapa saja yang melihat dan memasuki masjid an-Nour di bilangan Jeanfilie, Barat Laut Paris, akan segera menangkap kesan percampuran antara arsitektur Maghrib (Maroko, Aljazair, Tunisia) dan Turki yang sangat kuat.

Gerbang utama masjid an-Nour sepenuhnya berarsitektur Maghrib, namun kubah dan kedua menaranya berarsitektur Turki. Demikian juga ukiran-ukiran dinding, corak bentuk dan tekstur bangunan, hingga nafoura air mancur berbahan marmer: unsur perpaduan itu tampak berdialog dan dinamis.

Porselin berwarna juga tampak menghiasi setiap sudut ruang shalat di bagian dalam, yang didatangkan dari kota Fes, Maroko. Juga ornamen-ornamen khas yang menghiasi dinding dalam dan luar masjid yang didatangkan dari Marakesh, Maroko, dan Istanbul, Turki.

Arsitek masjid yang baru rampung dibangun belum setahun itu, adalah orang Mesir. Sementara yang mengelolanya adalah Muslim Perancis keturunan, baik dari Maghrib (Afrika Putih), Afrika Hitam, penduduk setempat yang memeluk Islam, dan lain-lain.

Ramadhan kali ini adalah ramadhan pertamakalinya bagi masjid an-Nour. Ben Ali Muhammad, Ketua Yayasan an-Nour yang mengelola masjid tersebut, menyatakan “tahun ini adalah tahun pertama kali menyambut Ramadhan. Masjid ini sendiri baru saja dirampungkan, dan belum diresmikan.”

Rencananya, para pejabat Republik Prancis akan meresmikan rumah ibadah Muslim itu pada musim haji mendatang, tepatnya pada bulan Oktober.

“Alhamdulillah, umat Muslim bilangan Jeanfillie secara khusus, dan Paris secara umum, dapat menyambut bulan Ramadhan tahun ini di masjid baru mereka,” tambah Muhammad.

Meski tahun pertama, namun pihak pengurus masjid tampak serius dan antusias menyelenggarakan berbagai macam kegiatan acara selama Ramadhan, mulai dari buka bersama, pengajian agama, kelas Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman, shalat tarawih, dan berbagai aktivitas keislaman lainnya.

Pada buka bersama di hari-hari puasa, misalnya, para pemuda Muslim Jeanfillie yang merupakan generasi ke-2 atau ke-3 dari imigran Muslim Prancis, mengungkapkan kegembiraannya dengan sangat antusias.

“Mereka membawa makanan dan minuman, yang kemudian diberikan kepada para tetua (generasi pertama) sebagai bentuk terimakasih dan penghormatan mereka,” terang Muhammad.

Para pemuda Muslim itu, lanjut Muhammad, juga telah menyatakan komitmennya untuk menjaga keindahan, kebersihan, ketertiban, dan ghirah keislaman di masjid an-Nour itu.

Saat ini, pihak Yayasan an-Nour tengah merampungkan pembangunan sekolah yang dibangun di dekat masjid an-Nour. Sekolah tersebut kelak akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak generasi Muslim Prancis. [atjeng/iol/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom

Editor: Administrator

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Keluarga

Iklan Bazar