Internasional

Sri Lanka Negara Asia Pertama Masuk Perangkap Utang China

Sri Lanka Negara Asia Pertama Masuk Perangkap Utang China
VoA
Menteri Pelabuhan dan Perkapalan Sri Lanka Mahinda Samarasinghe (tengah) bertukar hadiah dengan Wakil Presiden Eksekutif China Merchants Port Holdings, Dr. Hu Jianhua, dalam acara penandatanganan perjanjian pelabuhan Hambantota

Hidayatullah.com–Sri Lanka menjadi negara Asia pertama yang terjatuh dalam perangkap investasi China sehingga dilumpuhkan dengan masalah utang yang parah.

Pemerintah Sri Lanka hari Selasa (25/07/2017) menyetujui penjualan ke China dari saham mayoritas di pelabuhan laut yang mengalami kerugian. Pelabuhan Hambantota ini berada di lokasi strategis.

Sri Lanka melepas saham pelabuhan Hambantota seharga US$ 1,12 miliar kepada perusahaan milik negara China Merchants Port Holdings. Dikatakan Menteri Mahinda Samarasinghe, pelepasan saham pelabuhan tersebut telah mendapat persetujuan dari kabinet Si Lanka untuk menjual 70 persen sahamnya.

Pemerintah menggunakan undang-undang yang keras terhadap tindakan industri untuk menghentikan pekerja yang mogok kerja pekan lalu. Unjuk rasa dilakukan untuk menentang penjualan pelabuhan tersebut kepada China Merchants Port Holdings.

Baca: Muslim Uighur Terus Tertekan, Pemerintah China Tutup Restoran Halal

Pemerintah Sri Lanka kini dalam usaha untuk membayar utang negara itu mencapai US $ 64 miliar, termasuk dengan China US $ 8 miliar.

“Ini sekitar 95 persen dari semua hasil pemerintah pergi ke arah pembayaran utang. Hutang dengan China adalah AS $ 8 miliar.

“Banyak warga Sri Lanka merasakan negara itu telah dijual ke China,” kata laporan itu.

Bahkan, penduduk setempat juga menggambarkan uang yang dipinjam dari China itu tampaknya merugikan infrastruktur yang tidak menunjukkan tanda memberi keuntungan, sebaliknya merusak ekonomi Sri Lanka.

Sri Lanka memanfaatkan pinjaman mudah dari China untuk membangun infrastruktur di seluruh negara. China sering menawarkan pinjaman mudah ke beberapa negara untuk membangun infrastruktur, namun dengan harga yang sangat tinggi.

Baca: Pejabat China Dipecat karena Tak Berani Merokok di Depan Penganut Islam

China menggunakan taktik itu dengan mengisi pasar di mana-mana negara yang ditargetkan dengan barang murah. Ini adalah strategi awal dan mudah untuk menjatuhkan produksi lokal dan sektor lain negara itu.

Laporan itu juga mengatakan, China telah membangun pelabuhan, lapangan terbag dan jalan raya besar di negara-negara yang masuk perangkap investasinya. Namun, kontrak proyek tersebut tidak menguntungkan penduduk setempat sebaliknya dinikmati oleh perusahaan kroninya sendiri.

“Semua pelabuhan dan bandara telah dibangun oleh perusahaan-perusahaan China saja,” kata laporan.

Baru-baru ini, China membangun pelabuhan Hambantota dan Bandara Internasional Mattala. Namun, tidak ada penelitian dilakukan sehubungan kewajaran sebelum memulai proyek tersebut.

Tidak ada lalu lintas pada kedua proyek mega itu termasuk mempertimbangkan biaya konstruksi yang lebih tinggi, yan akhirnya ia dinyatakan tidak dapat dibeli.

Visi awal pembangunan pelabuhan Hambantotaa ialah ia akan membawa lebih banyak kapal singgah ke Sri Lanka, dan mengurangi tekanan di pelabuhan Colombo.

Peringkat Sri Lanka yang terletak di jalur laut yang melihat bentuk pengiriman minyak di Timur Tengah, menjadikan alasan utama China tertarik berinvestasi di negara itu.

Baca: 90 Persen Pembeli Properti ‘Forest City’ dari China

Sayangnya, pelabuhan yang menelan biaya lebih dari US $ 1 miliar itu jarang menerima kapal, dan hal serupa juga terjadi pada Bandara Internasional Mattala.

Tidak ada penerbangan internasional yang mendarat di bandara itu, bahkan juga penerbangan domestik yang sangat jarang terjadi.

Ini sekaligus menjadikan bandara itu sebagai aset yang sangat mahal dan tidak terjangkau untuk Sri Lanka.

Para pengritik dalam negeri memperingatkan bahwa penyerahan kekuasaan mayoritas kepada China mengancam keamanan nasional. Sementara Negara tetangga India justru mengeluh mengenai China memperoleh akses ke pelabuhan strategis di negara tetangga dekatnya di Samudera Hindia.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH