Internasional

Saudi Pulangkan 16 Ribu Mahasiswa, PM Justin Trudeau Enggan Minta Maaf

Saudi Pulangkan 16 Ribu Mahasiswa,  PM Justin Trudeau Enggan Minta Maaf
Perdana Menteri Justin Trudeau dan Menlu Saudi Adel al-Jubeir

Hidayatullah.com–Arab Saudi memerintahkan semua aset milik Kanada dijual sebagai aksi balasan atas kritik Kanada tetang penahanan aktivis liberal dan gender di kerajaan tersebut,  laporan Anadolu.

Saudi juga akan menghentikan pembelian gandum dan barley dari Kanada, dan memerintahkan semua warga Saudi yang berada di rumah sakit Kanada untuk meninggalkan negara tersebut.

Belum ada respons dari pemerintah Kanada terkait langkah hukuman yang dilakukan Saudi.

Perintah penjualan aset ini menjelaskan turunnya pasar Kanada, setelah seorang investor yang tak diketahui identitasnya menjual investasinya pada Selasa.

Sebelumnya, Kanada meminta “pelepasan segera” semua aktivis gender dan liberal yang saat ini ditahan oleh Arab Saudi, yang dibalas dengan aksi-aksi keras di bidang diplomasi dan perdagangan oleh kerajaan tersebut.

Baca:  Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Sebut Kanada Tak Bertangung Jawab

Saudi memerintahkan duta besar Kanada di negaranya untuk meninggalkan Saudi, menarik duta besarnya dari Kanada dan meminta 16.000 mahasiswa yang belajar di kampus dan universitas Kanada untuk meneruskan pendidikan mereka di tempat lain.

Kini, Saudi juga memerintahkan warganya yang berada di rumah sakit-rumah sakit Kanada untuk meninggalkan negara tersebut.

Selain itu, Saudi juga membekukan perdagangan baru antara kedua negara.

Ketika pelarangan-pelarangan ini diumumkan pada awal pekan ini, Kanada bergeming, dengan Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland berkata, “Kanada akan terus mengadvokasi hak asasi manusia.”

Banyak analis berpendapat sikap keras Saudi kepada sekutunya ini hanyalah sebuah contoh kasus bagi negara-negara lain yang ingin mencampuri urusan dalam negeri kerajaan tersebut.

Enggan Minta Maaf

Kanada tidak akan meminta maaf karena mengkritik Kerajaan Arab Saudi yang memenjarakan aktivis HAM, kata Perdana Menteri Justin Trudeau hari Rabu.

“Warga Kanada berharap pemerintahannya selalu berpendirian kuat, tegas dan sopan tentang perlunya menghormati hak asasi manusia di seluruh dunia,” ujar dia, saat berbicara kepada wartawan di Montreal. “Kami akan terus membela nilai-nilai Kanada dan HAM. Ini adalah sesuatu yang selalu saya lakukan.”

Trudeau juga berkata bahwa Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland telah melakukan dialog panjang dengan sejawatnya dari Saudi pada Selasa, namun Trudeau menolak membeberkan detail percakapan itu.

Baca: Saudi Tunda Penerbangan Langsung sebagai Protes ‘Campur Tangan’ Kanada

Dialog tersebut kemungkinan membahas reaksi keras yang muncul setelah Kementerian Urusan Luar Negeri Kanada mencuit pada Jumat bahwa Arab Saudi harus “segera melepaskan” dua aktivis HAM wanita dan aktivis-aktivis lain yang melakukan protes “damai” dan saat ini ditahan di penjara Kerajaan.

Trudeau menambahkan dialog dengan Saudi ini masih berlangsung.

“Pembicaraan diplomatik terus berlanjut,” ungkap Trudeau, “tapi seperti yang dikatakan Menteri [Freeland], dan saya ulangi, Kanada akan terus berbicara dengan kuat dan jelas, secara privat maupun publik, bila berhubungan dengan hak asasi manusia,” tutupnya.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH