Nasional
Dompet Dakwah Media

DPR Minta KPI Berantas Tayangan ‘Klenik’

Hidayatullah.com–Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dipimpin Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Rabu (28/1), kemarin, wakil dari Fraksi Reformasi, Djoko Susilo meminta KPI memberantas tayangan klenik (mistik) yang sering dimuat televisi swasta. “Siaran klenik jelas membodohi masyarakat. KPI harus berupaya memberantas tayangan seperti itu,” kata Djoko Susilo. Pernyataan Djoko itu mempertegas harapan anggota Komisi I dari Fraksi Persatuan Pembangunan Aisyah Aminy. Menurut Aisyah, moralitas bangsa Indonesia bisa semakin rusak oleh tayangan-tayangan yang melanggar etika dan nilai-nilai susila. “Yang terpenting bagi KPI sekarang adalah mengatur isi tayangan televisi. Sebagian besar isi tayangan televisi saat ini tidak layak ditonton oleh anak-anak,” kata Aisyah. Dalam kesempatan itu Aisyah juga menagih janji anggota KPI, Amelia Day yang ketika dalam proses vit and proper test”sebagai calon anggota KPI sangat menggebu-gebu untuk menertibkan tayangan yang tidak pantas ditonton anak-anak. “Dulu Ibu menggebu-gebu untuk menghilangkan siaran-siaran yang tidak cocok buat anak-anak,” kata Aisyah. Ketika mendengar pernyataan Aisyah itu, Amelia yang mendampingi Viktor Menayang selaku Ketua KPI, tampak senyum-senyum. Desakan agar KPI memberantas tayangan TV yang tak bermoral juga diungkapkan oleh anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Sidharto Danusubroto. Menurut Sidharto, siaran sinetron yang mendominasi TV swasta sekarang ini sama sekali bukan realitas nyata bangsa Indonesia. “Sinetron kita hanya menjual ilusi dan mimpi-mimpi. Yang ditayangkan adalah hal-hal yang tidak riil. Mayoritas masyarakat kita hidup sederhana tapi sinetron itu menayangkan kemewahan, rumah dengan tangga melingkar di ruang tamu, dan mebel yang besar-besar,” katanya. Menanggapi desakan DPR itu, Ketua KPI Viktor Menayang mengatakan KPI harus melakukan investigasi atas tayangan-tayangan televisi sebelum melakukan tindakan terhadap lembaga penyiaran. Anggota KPI Ade Armando mengatakan hal-hal yang dipersoalkan anggota DPR itu, yang menyangkut moralitas bangsa, kini memang sedang menjadi pembicaraan penting dalam agenda kerja KPI. “Bagi KPI, tayangan yang menyangkut moralitas bangsa itu memang merupakan isu vital,” ujar Ade. Waspadai VoA Selain itu, anggota DPR juga sempat menyoroti Tayangan berita dan talkshow dari VoA (Voice of America) yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Anggota Komisi I dari FPDIP Sidharto Danusubroto, mengatakan bahwa tayangan “VOA” itu sudah melampaui standar nilai-nilai rakyat Indonesia. Sidharto merujuk pada tanyangan VoA yang menayangkan komentar-komentar masyarakat menyankut seks pra nikah di AS. Dalam tayangan itu, VoA dengan jelas berusaha melakukan kampanye kebebasan seksual pra nikah seperti halnya budaya Amerika. Ia meminta KPI yang berwenang dalam mengatur penyiaran di lembaga penyiaran untuk mencermati dan menentukan sikap tegas atas tayangan-tayangan yang diudarakan oleh VoA tersebut. Tayangan VoA yang mengupas soal pelanggaran HAM di Aceh dan Papua, oleh Sidharto juga dianggap memasuki wilayah persoalan dalam negeri Indonesia. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Persatuan Pembangunan Aisyah Aminy juga mempersoalkan tayangan VoA yang dipancarkan lewat stasian televisi swasta Metro TV. “KPI harus mendukung tayangan yang bertujuan untuk pembangunan karakter bangsa atau character building. Masyarakat juga perlu memberikan masukan pada KPI untuk menciptakan tayangan yang positif,” katanya. Semenjak beberapa tahun lalu, beberapa media asing melakukan kerja sama dengan stasiun televisi Indonesia berupa program tayanga, Diantara beberapa televisi yang telah menjalin kerjasama itu adalah Indosiar dan Metro TV. Dalam beberapa kejadian, beberapa stasiun televisi ini justru mirip jurubicara dan kepanjangan tangan media asing. (ant/cha)

Rep: Ahmad Sadzali

Editor: Cholis Akbar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Rumah Wakaf

Rumah Wakaf