Nasional
Dompet Dakwah Media

Dituding “Kader Parpol, Pernah Minta Uang”, Komisioner KPI: Itu Tidak Benar!

Dituding “Kader Parpol, Pernah Minta Uang”, Komisioner KPI: Itu Tidak Benar!
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Komisioner KPI Azimah Subagijo dalam diskusi di PP Muhammadiyah (04/02/2016).

Hidayatullah.com– Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Azimah Subagijo mengklarifikasi sejumlah tudingan kepadanya. Di antaranya yang menudingnya pernah meminta uang dan fasilitas kepada stasiun televisi.

“Itu tidak benar, dan saya tidak pernah dikonfirmasi oleh media-media, termasuk media online yang terakhir memberitakan itu,” ujar Azimah dalam penjelasan panjang lebarnya saat dihubungi hidayatullah.com, kemarin malam, Jum’at  (29/04/2016).

Azimah menjelaskan, tudingan meminta fasilitas itu terkait dengan kegiatan bedah buku berjudul Ketika Film Layar Lebar Hadir di Televisi yang dilakukan di beberapa tempat.

Ia menegaskan, dirinya tidak meminta dana kepada stasiun televisi untuk menyokong acara tersebut.

“Ya namanya mengadakan kegiatan, biasanya panitia membuat proposal untuk mencari sponsor, termasuk sponsor dari televisi. Tapi saya sudah mengingatkan ke teman-teman untuk tidak meminta sponsor ke televisi yang sedang perpanjangan izin, yang sepuluh televisi tersebut,” ungkapnya.

Ia mengakui, pada kegiatan itu beberapa stasiun televisi memberikan bantuan dalam bentuk lain, seperti narasumber, backdrop, goodybag, makan siang, ataupun buku untuk peserta.

“Jadi tidak benar kalau saya yang meminta fasilitas untuk bedah buku itu ke pihak televisi. Tapi itu adalah permohonan panitia terkait permintaan sponsorship,” tukasnya.

Tak Berpartai

Azimah juga disebut-sebut tercatat sebagai kader madya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPC Pasar Minggu. Menurut Pasal 10 UU 32/2002 tentang Penyiaran, anggota KPI harus non-partisan.

“Saya tidak mengerti (tudingan) itu dasar(nya) dari mana. Yang mau saya sampaikan adalah saya memang pernah di KAMMI, tapi itu jauh sebelum jadi komisioner dan sebelum Partai Keadilan (PK, sekarang PKS. Red) itu hadir,” ujarnya.

Ia menyatakan, setelah PK hadir –tahun 1998, dirinya memilih untuk menjadi profesional, yakni di bidang analis media.

“Sejak tahun 1999, saya bekerja di LSM Media Ramah Keluarga (Marka) dan Media Watch and Consumer Center (MWCC) The Habibie Centre. Termasuk menjadi aktivis di Masyarakat Tolak Pornografi, dan saya juga menjadi tim kajian isi siaran di KPI Pusat tahun 2006,” paparnya.

Seperti diberitakan beberapa media online, Lingkar –ada yang menulis Lingkaran– Mahasiswa Pemerhati Siaran (LMPS) melaporkan Komisioner KPI Azimah Subagijo ke Kantor PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta. Dalam pelaporan itu, Azimah di antaranya disebut sebagai seorang kader PKS.*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Rumah Wakaf

Rumah Wakaf