Nasional

“Sejak Gempa Pertama Kami Belum Dapat Bantuan Pemerintah”

“Sejak Gempa Pertama Kami Belum Dapat Bantuan Pemerintah”
Sirajuddin Muslim/hidayatullah.com
Relawan BMH menyiapkan logistik untuk korban gempa Lombok di NTB, Agustus 2018.

Hidayatullah.com– Tiga hari pasca gempa berkekuatan 7 SR di Nusa Tenggara Barat (NTB), korban meninggal yang telah ditemukan sudah lebih dari 200 jiwa. Sedangkan yang luka-luka lebih dari tiga ratusan, ribuan rumah warga rusak parah, dan puluhan ribu korban selamat mengungsi di sejumlah titik.

Daerah Pemenang Timur, Lombok Utara, adalah salah satu titik gempa paling parah. Di Desa Sigar Penjalin, lebih dari 5.000 warga mengungsi terbagi menjadi beberapa titik. Di dusun Trengan, misalnya, terdapat tiga posko dalam satu tempat dengan jumlah pengungsi sekitar 3.000 orang.

Dari pantauan hidayatullah.com ketika ikut BMH dan Laznas lainnya membagikan konsumsi kepada pengungsi, semalam, Selasa (07/08/2018), perwakilan dari mereka menyampaikan beberapa keluhan.

Mereka mengaku hingga saat itu belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca: Muslim Gaza Gelar Shalat Gaib untuk Korban Gempa NTB

“Dari gempa pertama sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah (ke tempat kami),” ujar perwakilan dari mereka kepada relawan.

Mereka mengaku masih kekurangan terpal untuk berlindung, selimut, air dan penerangan karena hampir seluruh titik gempa listrik padam.

Sebelumnya, Senin (06/08/2018), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggunlangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengaku, ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat.

“Belum semua pengungsi memperoleh bantuan. Pengungsi masih berada di lapangan dan di halaman rumahnya sebagai pengungsi mandiri. Penanganan terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, listrik pada di Lombok Utara dan Lombok Timur, saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk yang menyebabkan aksesibilitas terganggu, terbatasnya ketersediaan logistik, dan lainnya,” akunya dirilis BNPB.

Baca: Tim Gabungan Evakuasi Masjid Kampung Mohammad Zohri yang Luluh Lantak

Katanya upaya penanganan terus dilakukan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa telah diperpanjang hingga Jumat (11/08/2018) baik di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

“Tambahan personil dan logistik terus dikirimkan. BNPB mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan melalui cargo.  2 helikopter BNPB diperbantukan untuk penanganan darurat. TNI memberangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan dengan membawa obat-obatan, logitik, tenda, dan alat komunikasi.

Baca: Tim SAR Gabungan Evakuasi Jamaah Masjid Korban Gempa

KRI dr Suharso diberangkatkan dari Surabaya ke Lombok untuk dukungan kapal rumah sakit. Basarnas mengirimkan personil, helikopter, kapal dan peralatan untuk menambah kekuatan operasi SAR. Polri mengirimkan personil, tenaga medis dan obat-obatan dan 2 helikopter.

Kementerian Pariwisata mengaktivasi Tim Crisis Center untuk memantau kondisi wisatawan. Kementerian Pu Pera menggerakkan alat berat, menambah air bersih dan sanitasi. Kementerian/Lembaga dan NGO mengirimkan personil dan bantuan,” katanya.*/Sirajuddin Muslim

Baca: BMH dan Laznas Lain Bersinergi Bantu Korban Gempa NTB

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Gedung PPH