Nasional

Gubernur Papua Barat: Jadikan Perbedaan Sarana Pemersatu

Gubernur Papua Barat: Jadikan Perbedaan Sarana Pemersatu
mui
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada pembukaan Rakernas IV MUI, Kamis (22/11/2018) di Raja Ampat, Papua Barat.

Hidayatullah.com– Untuk pertama kalinya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV MUI 2018 mengambil lokasi di Raja Ampat, Papua Barat.

Tak hanya itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang notabene non-Muslim, mendapat kehormatan untuk membuka Rakernas yang dihadiri 250 peserta dari berbagai daerah itu.

Gubernur Dominggus mengatakan, Papua Barat memiliki keberagaman yang sangat erat dengan kultur daerah dan dapat menyampaikan pesan persatuan dan persaudaraan di Indonesia. Potensi ini juga menjadi modal kuat pengembangan pariwisata dengan heterogenitas masyarakat Papua.

“Keberagaman masyarakat Papua menjadi potensi luar biasa dalam pengembangan pariwisata di Papua Barat, “ katanya sebagaimana disampaikan kepada hidayatullah.com lewat rilis MUI, Jumat (23/11/2018).

Baca: Rakernas IV, MUI Luncurkan Program Indonesia Berkhidmat

Dia mengatakan, perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa, seharusnya tidak menjadikan Indonesia bercerai berai.

“Mari menjadikan perbedaan sebagai alat pemersatu bangsa dan memperkuat NKRI,” katanya.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakatoni, menambahkan persatuan dalam keberagaman tersebut sudah berlangsung sangat lama, itu semua adalah keberhasilan dari moderasi beragama di masyarakat.

“Keberagaman agama dan suku bangsa di Indonesia sudah dibangun sejak lama, khususnya di Papua Barat. “ ujarnya.

Dia menyebutkan, Papua Barat daerah Kaimana misalnya, satu kabupaten ada tujuh distrik, di sana ada delapan suku, setiap suku punya bahasa dan agama berbeda, dalam keragaman tersebut itu mereka saling menghargai.

“Saat SD di Kaimana, ketika suku kami yang beragama Muslim berhari raya, suku-suku tetangga datang ikut meramaikan dengan tabuhan tifa, begitu pula saat mereka berhari raya, suku kami datang ikut meramaikan, “ terangnya.

Baca: Jangan Sampai Perbedaan Politik, Membuat Persatuan Tercabik

Dia juga bercerita tatkala umat Islam berkunjung ke perayaan saudara mereka, tetap menjaga sejumlah perkara demi menghormati seperti peralatan makanan dan makanannya sangat dijaga dan diperhatikan agar kami yang Muslim bisa ikut makan bersama.

“Hidup rukun, saling menghargai, dan menghormati merupakan bukti sejarah moderasi agama sejak dahulu, Alhamdulillah terjaga dengan baik,” kata dia.

Rakernas IV MUI di Raja Ampat resmi dibuka Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Barat dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Kapolda Papua Barat, Danrem 171, dan Kodam Cendrawasih. Pembukaan Rakernas IV MUI pada Kamis (22/11/2018) malam di Raja Ampat, Papua Barat.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Iklan Bazar