Nasional

Reuni 212 Bernilai Pendidikan Karakter bagi Anak

Reuni 212 Bernilai Pendidikan Karakter bagi Anak
yohan
Mulai anak-anak hingga orang dewasa tampak tertib tidak menginjak rumput pada Reuni 212 di lapangan Monas, Jakarta, Ahad (02/12/2018).

Hidayatullah.com– Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta Pusat, mendapat beragam penilaian positif dari berbagai kalangan, tidak terkecuali dari Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri Amriel.

Kepada hidayatullah.com ayah lima anak ini menuturkan, “Bersih”, “tertib”, “damai”, “guyub”.

Demikian disebutnya sebagai kata kunci yang mewarnai Reuni 212.

“Itulah kata-kata kunci yang menggambarkan Reuni 212. Sungguh ajang keadaban multitahun yang membanggakan dan mengharukan,” tegas Pakar Psikologi Forensik ini.

Baca: ‘Spirit 212 Tak Akan Pernah Padam’

Jika dicermati lebih dalam, Reza menilai bahwa dalam momen kebersamaan seperti itulah beragam nilai dari pendidikan karakter bisa ditanamkan kepada anak-anak.

“Alhamdulillah. Saat ruang diskusi ilmiah hiruk-pikuk tentang rumusan pendidikan karakter, Reuni 212 kembali menjadi ruang publik yang menghidupkan kurikulum pendidikan itu dengan senyatanya.

Anak-anak langsung belajar tentang kecintaan pada Tanah Air dan ketakwaan pada Sang Khalik dari guru sejati, yakni ayah bunda, mereka. Didampingi para mentor dan peer, yaitu abang-kakak dan sahabat, mereka,” ulasnya.

Oleh karena itu, pria yang sangat peduli dengan masalah anak ini mendorong agar para guru di sekolah mengajak murid-muridnya merefleksikan Reuni 212 di dalam pembelajaran.

Baca: Reuni 212 Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

Betapa indahnya, kata dia, jika Senin (03/12/2018) guru-guru di sekolah mengajak anak-anak berefleksi tentang keterlibatan mereka pada Reuni 212. “Tentu banyak hal yang bisa dikenang dan dibagikan terkait pengalaman mereka di kenduri kebangsaan tersebut.”

“Ini purwarupa tentang bagaimana pendidikan karakter alias tempaan akhlak dibangun. Semua indra dilibatkan,” ujarnya menjelaskan.

Reza mendasari uraiannya itu dari apa yang ditekankan oleh Bung Karno dalam salah satu pidatonya.

“Bung Karno berpidato tentang berkepribadian di lapangan kebudayaan puluhan tahun silam. Juga betapa berambisi Indonesia punya Monas sebagai simbol kekayaan jiwa merdeka.

Pasti dia berbangga diri dan ambil bagian dalam acara spektakuler di Monas 212 seandainya dia masih hidup hari ini,” pungkasnya.*

Baca: Anies: Persatuan ini Harus Kita Banggakan

Rep: Imam Nawawi

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Hidayatullah Depok

Iklan Bazar