Nasional

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye
Zulkarnain/hidayatullah.com
Dirjen Pendis Kemenag Prof Kamaruddin Amin (kiri) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di sela-sela Rakornas Pendidikan Islam di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (14/03/2018).

Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan sosialisasi pemilu di rumah-rumah ibadah.

“Menurut saya sepanjang sosialisasi, itu sesuatu yang baik,” kata Menag saat menjawab pertanyaan media di Jakarta, Jumat (08/02/2019) kutip laman resmi Bimas Islam Kementerian Agama.

Menurut Menag, Pemilu merupakan agenda nasional yang sangat penting.

“Karenanya partisipasi publik untuk memanfaatkan hak pilihnya itu harus dilakukan semaksimal dan seoptimal mungkin. Itu kenapa sosialisasinya dilakukan secara masif,” kata Menag.

Baca: KPU akan Lakukan Sosialisasi Pemilu di Rumah Ibadah

Sosialisasi Pemilu di rumah ibadah diharapkan Menag dapat mendorong partisipasi publik dalam pesta demokrasi di Indonesia.

“Nah, rumah ibadah bisa digunakan sebatas bukan untuk kampanye, tetapi untuk mengedukasi masyarakat. Agar kesadarannya tumbuh untuk menggunakan hak pilihnya,” tegas Menag.

“Sehingga jika partisipasi publik itu tinggi, terkait dengan agenda nasional ini, maka diharapkan kualitas demokrasi kita semakin baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Menag menyatakan bahwa rumah ibadah kerap menjadi tempat sosialisasi yang strategis terkait banyak hal.

Sebagaimana rumah ibadah digunakan untuk melakukan sosialisasi yang terkait dengan kehidupan kerukunan hidup, peningkatan kesejahteraan, ekonomi umat, penyuluhan di bidang kesehatan, yang sifatnya penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat.

Baca: Istiqlal Bolehkan KPUD Sosialisasi di Masjid Asal Tak Bawa Kepentingan Politik

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, KPU akan melakukan sosialisasi pemilu umum (Pemilu) 2019 termasuk Pilpres di tempat-tempat ibadah. Menurut Ketua KPU Arief Budiman, jika hanya sekadar sosialisasi, maka boleh dilakukan di tempat ibadah.

Selain melalui rumah ibadah, KPU akan mendorong sosialisasi Pemilu melalui organisasi keagamaan. Sosialisasi itu akan dilakukan 3 pekan sebelum pencoblosan pada 17 April 2019.

Menurut Arief, kalau sosialisasi boleh dimana saja. Sedangkan yang diatur di tempat-tempat tertentu itu tidak boleh kampanye. “Harus bedakan kampanye dan sosialisasi,” kata Arief di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Jumat (08/02/2019).*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Hidayatullah Depok

Iklan Bazar