Nasional

Din: Umat Shalat Dilarang ke Masjid tapi Izinkan Orang Menumpuk di Tempat Keramaian

Din: Umat Shalat Dilarang ke Masjid tapi Izinkan Orang Menumpuk di Tempat Keramaian
zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin

Hidayatullah.com- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof M Din Syamsuddin meminta pemerintah agar bersikap adil dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Din juga mengkritik konser yang digelar MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (17/05/2020) malam ke-25 Ramadhan kemarin.

“Kepada Pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB, yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum. Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” ujar Din dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (19/05/2020) diterima hidayatullah.com.

Din menyampaikan hal itu demi keselamatan bersama, sehubungan dengan masih merebaknya Covid-19 di seluruh Indonesia dan korban yang dinyatakan positif masih bertambah.

Selain itu, mantan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban ini berpesan kepada Pemerintah agar bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

“Mengapa pada saat demikian Pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat.

Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata’ala, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?” ungkapnya.

Selain kepada pemerintah, Din juga menyampaikan sejumlah pesannya kepada kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan untuk menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing), yakni dengan menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19.

“Kepada umat Islam agar tetap konsisten menaati Fatwa MUI untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing, dan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

Tidak perlu ada yang “membalas dendam” terhadap ketidakadilan Pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid (sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung),” pesan tokoh Muhammadiyah ini.

Din juga berpesan kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah).

“Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,” imbuhnya.

Din juga mengajak kaum Muslimin agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

“Berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah corona, dan dari marabahaya dan malapetaka,” pungkasnya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Dompet Dakwah Media