Nasional
Dompet Dakwah Media

Oknum Pendeta Ini Dituntut 10 Tahun Penjara setelah Cabuli Jemaatnya di Lingkungan Gereja

Oknum Pendeta Ini Dituntut 10 Tahun Penjara setelah Cabuli Jemaatnya di Lingkungan Gereja
menutupi mukanya HL menggunakan kertas. (RADAR SURABAYA)

Hidayatullah.com–Seorang pendeta di Surabaya dituntut 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, setelah bertahun-tahun mencabuli anak di dalam lingkungan gereja. Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan untuk oknum pendeta  berinisial HL (57) dalam pembacaan sidang yang berlangsung secara online hari Senin (14/09/2020) kemarin.

Selain tuntutan kurungan selama 10 tahun, pendeta cabul itu juga dituntut denda Rp 100 juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pendeta cabul itu didakwa melanggar Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Adapun pihak Bethania Thenu yang diwakili juru bicaranya mengaku lega usai pembacaan tuntutan tersebut. Ia menyebut siapapun yang melakukan pelanggaran hukum harus di sanksi. “Ini bukti hukum kita berlaku untuk semua warga negara.Tidak lepas dia itu siapa. Jika kita melakukan pelanggaran hukum itu ada sanksinya,” kata Juru bicara Korban.

Sebagai perwakilan dari keluarga korban IW, dia berharap nantinya majelis hakim bisa memberi putusan yang bijak. Perjuangan untuk mendapatkan putusan yang adil, menurutnya bukan hanya perjuangan IW, melainkan perjuangan seluruh anak-anak Indonesia yang menjadi korban pelecehan seksual.

“Tuntutan jaksa ini kami sangat menghargai. Setiap proses penegakan hukum, kami berharap yang terbaik. Kita tinggal lihat bagaimana vonisnya hakim,” ujarnya.

Dugaan pencabulan yang dilakukan terdakwa dilakukan di lantai 4 ruang kerja terdakwa di gereja. Hal itu disampaikan oleh Kombes Pol Pitra Ratulangi Dirreskrimum Polda Jatim pada Senin (09/03/2020).

“Itu dilakukan di kamar tersangka dan di ruang tamu lantai 4. Kebetulan tempat ibadah itu disitu juga, tapi ada beberapa lantai. Ya, kompleks. Perbuatan itu bukan di dalam gerejanya, tapi di kamar tidur tersangka dan di lantai 4 yaitu ruang tamu,” kata Pitra.

Kasus dugaan pencabulan itu berawal dari laporan korban dengan nomor LP: LPB/155/II/2020/UM/SPKT tertanggal 20 Februari 2020 lalu. Oknum pendeta itu diduga melakukan pencabulan terhadap korban berinisial IW (jemaatnya), sejak usia anak-anak.

Aksi bejat itu diketahui sudah berlangsung selama kurang lebih enam tahun, sejak korban masih berusia 12 tahun. Semua bermula ketika korban yang berinisial IW masih berusia anak-anak dan dititipkan oleh orang tuanya ke pendeta HL. Dengan harapan, IW bisa dibimbing secara rohani dan tumbuh menjadi pribadi dengan iman yang baik. Hal itu diungkapkan oleh Pitra yang memperoleh informasi dari keterangan saksi.

Sebelumnya, kepada laman detik, Direskrimum Polda Jatim Kombes R Pitra Andrias Ratulangi mengatakan pelaku tergiur kemolekan tubuh korban. Sebab, meski masih berumur 12 tahun, tubuh korban sudah terlihat seperti seorang mahasiswi.  “Alasan tersangka melakukan pencabulan karena pada saat korban berumur 12 tahun, badannya seperti sudah kuliah (mahasiswi),” ungkap Pitra.

Sementara, kuasa hukum sang pendeta cabul HL, Abdurrahman Saleh mengaku pihaknya akan membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah dalam pembelaan. Rencananya, sidang dengan agenda pembelaan akan digelar pada Kamis (17/09/2020).*/Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom

Editor: Insan Kamil

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Rumah Wakaf