Kisah & Perjalanan

Pemerintah Komunis Wajibkan 11 Ribu Jamaah Haji China Pasang GPS

Pemerintah Komunis Wajibkan 11 Ribu Jamaah Haji China Pasang  GPS
muslimcouncil.org.hk

Sambungan artikel PERTAMA

Ada banyak kesalahpahaman tentang kami, dan kami ingin menunjukkan bahwa Muslim China bahagia dan sangat ramah,” kata Li Yong’an, seorang Muslim berusia 38 tahun dari rombongan jamaah haji  kepada Global Times.

Yang Quan (nama samaran), seorang Muslim 34 tahun dari Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, mengatakan pada Global Times bahwa dia bersemangat menjadi orang keempat dalam keluarganya yang dipanggil Allah bisa ke Baitullah.

Kelompok ini juga mengumpulkan para peziarah dari daerah yang memiliki sejumlah kecil orang Islam, dan Li adalah satu-satunya dari jamaah dari Provinsi Hunan China tengah.

Untuk wilayah Muslim yang  pendudu seperti Xinjiang, Ningxia dan Gansu, jamaah resmi berangkat dari bandara lokal. Kelompok terakhir jamaah China berangkat ke Arab Saudi dari Xining, Ibu Kota Propinsi Qinghai,  hari Rabu.

Haji tahun 2018 ini akan berlangsung  dari 20 Agustus hingga 23 Agustus 2018.

Baca: Untuk Pertama Kali Muslim Ningxia Bisa Tunaikan Haji 

Meningkat

Mengoordinasi rombongan Muslim China yang sebagian besar berusia lanjut dalam perjalanan selama 40 hari ke Kota Makkah dengan suhu di bawah 40 °C bukanlah pekerjaan mudah.

Tapi para penyelenggara mengatakan itu semakin mudah setiap tahun dengan peningkatan para peziarah.

Kualitas umat Islam yang menghadiri ibadah haji telah meningkat secara signifikan, termasuk organisasi dan manajemen perjalanan, ujar penyelenggara bernama Huang, yang mendampingi 500 jamaah menuju Arab Saudi, mengatakan kepada Global Times.

Menu makanan China tersedia tiga kali sehari, dan jasa bagasi dan transportasi telah ditingkatkan untuk memfasilitasi perjalanan bagi para peziarah yang kebanyakan berusia 50-an atau 60-an, kata Huang, yang telah membantu mengatur perjalanan untuk keempat kalinya.

Setiap tahun, China mengirim sekitar 12.000 jamaah haji [muslimcouncil.org.hk]

Otoritas keagamaan China berkoordinasi dengan petugas polisi setempat di Makkah untuk memastikan rombongan Muslim China dilindungi dan juga untuk memastikan jalur komunikasi tersedia dalam keadaan darurat, ujar Asosiasi Islam China, sebuah organisasi Muslim nasional yang mengatur perjalanan haji.

“Sebelumnya, sebagian besar peziarah adalah orang tua. Jumlah orang setengah baya telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, yang memberi kami lebih banyak tangan untuk membantu selama perjalanan, ” ujar Huang.

Baca: Memetakan Kamp Penahanan Xinjiang China bagi Muslim Uyghur

Meskipun tidak ada persyaratan usia untuk ibadah haji dalam ajaran Islam, beberapa Provinsi China menetapkan batas minimal  25 – 35 tahun dan maksimal 70 -75.

Mulai 20 Juni lalu, jamaah haji telah bertolak dari Beijing dan lima wilayah seperti; Yunnan, Xinjiang-Uighur, Ningxia Hui, Gansu dan Qinghai di barat laut China.

Setiap tahun, China mengirim sekitar 12.000 jamaah haji. Kebanyakan Muslim China harus mendaftar secara online.

“Pendaftaran online telah membuat proses lebih transparan dan adil, “ kata Huang, menambahkan bahwa mereka yang mendaftar online dapat memeriksa status mereka di situs web.

China dan Arab Saudi telah menjalin hubungan diplomatik pada 1990, yang selanjutnya memfasilitasi pertumbuhan haji asal China.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Akbar Arifin Ilham

Iklan Bazar