Oase Iman
Dompet Dakwah Media

Rahasia Sederhana di Balik Sunnah Bercocok Tanam

Rahasia Sederhana di Balik Sunnah Bercocok Tanam

Hidayatullah.com | TERDAPAT cukup banyak hadits berisi motivasi bagi setiap mukmin untuk menghijaukan bumi. Salah satunya diriwayatkan Imam Muslim رحمه الله تعالى :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ وَلَا يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
“Nabi ﷺ bersabda: ‘Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya’.” (HR. Muslim).

Betapa bermanfaatnya seseorang yang lewat tangannya muncul eksistensi tumbuh-tumbuhan di muka bumi, yang makhluk-makhluk lain mengambil manfaat atasnya.

Mulai dari dia sendiri yang memanfaatkannya, atau bersama keluarganya, atau membaginya ke tetangganya, atau sekadar hewan-hewan lain yang mengambil manfaatnya, dari burung-burung, herbivora – omnivora, atau karnivora yang memakan herbivora yang hidup dari tanaman tersebut, atau ulat-ulat, serangga… Lebih dari itu, hatta -sekalipun- hasilnya dicuri, maka itu juga terhitung sedekah.

Amalan sedekah adalah amalan yang sangat utama. Orang-orang yang sudah wafat sangat ingin diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi dan amalan pertama yang ingin mereka lakukan adalah bersedekah!

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ
“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” (QS. Al Munafiqun: 10).

Ada lagi rahasia lain yang mungkin tidak disadari secara langsung: sedekah terhadap jiwa penanamnya sendiri. Setiap manusia butuh sensasi pencapaian, karena fitrah yang telah diberikan Sang Khaliq kepada manusia adalah fitrah bahagia jika berarti, jika mencapai sesuatu. Anak-anak akan gembira untuk setiap hal-hal sederhana yang berhasil mereka buat, orang tua gembira dengan prestasi anak-anaknya, para pendidik senang melihat anak didiknya ‘jadi orang’.

Menanam akan memberikan makanan jiwa untuk setiap fasenya, mulai dari ketika biji berhasil berkecambah. Ini adalah sebuah prestasi memilih media tanam, menentukan kadar pemberian air, serta bagaimana mengatur sinar matahari mengenai tempat penyemaian benih tersebut.

Setiap tahap dalam proses tumbuh kembangnya tanaman ini, akan memberikan ‘sedekah energi’ jiwa bagi penanamnya, dan ini hal yang sangat penting di masa karantina global seperti sekarang ini. Menjaga jiwa agar tetap hidup, terpenuhi kebutuhannya, bahkan meski tak perlu hadir di ruang kelas melihat anak didik, tak perlu hadir di seminar-seminar dan merasakan sensasi capaian di mana para audiens memahami isi presentasi.

Betapa dalamnya hikmah yang terkandung dalam hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
Artinya: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari&Ahmad).*/Nesia Andriana

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Rumah Wakaf