Oase Iman
Dompet Dakwah Media

Cara Iblis Menggelincirkan Manusia

Cara Iblis Menggelincirkan Manusia
Ilustrasi.

Hidayatullah.com | IBLIS adalah musuh nyata manusia. Genderang permusuhan sudah ia tabuh sejak manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala. Ia juga telah bersumpah untuk menghalangi Adam Alaihissalam (AS) dan anak keturunannya dari jalan Allah Ta’ala. Ia akan mendatangi manusia dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri (Al A’raf [7]: 16-17).

Lalu bagaimana cara iblis membuat tipu daya kepada Adam AS dan anak keturunannya? Dr Hamid Ahmad Ath-Thahir mencatat dalam bukunya berjudul Shahih Qashashil Qur’an (Kisah-kisah dalam al-Qur’an) sejumlah tipu daya setan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ.

Satu di antaranya adalah dengan membisikkan fitnah sehingga manusia akan termakan olehnya. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dikisahkan bahwa pada suatu ketika iblis menerima laporan dari bala tentaranya, “Aku menggoda si fulan dan tidak meninggalkannya sebelum dia mengatakan ini dan itu.”

Mendapat laporan itu, iblis berkata, “Engkau tidak berbuat apa-apa.”

Bala tentara yang lain berkata, “Aku tidak meninggalkan orang itu hingga aku memisahkannya dengan isterinya.”

Mendengar laporan ini, iblis berkata, “Sebaik-baik (bala tentaraku) adalah kamu.”

Iblis suka bila manusia tercerai berai. Buat iblis, sekadar membuat manusia gemar berkata ini dan itu, belumlah dianggap melakukaan apa-apa. Mereka baru merasa sukses bila telah memutuskan hubungan suami dan isteri.

Bila hubungan sesakral itu saja bisa diputus oleh iblis, apatah lagi hubungan biasa antara sesama Muslim.

Cara lainnya adalah mereka mendatangi mata manusia sehingga muncullah rasa dengki. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “’Ain (tatapan dengki) itu benar adanya, dan dihadiri oleh setan. (Karena itulah) anak Adam merasa dengki.”

Setan juga berbisik kepada manusia untuk membuat mereka ragu tentang Allah Ta’ala. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, “Setan mendatangi seseorang di antara kalian lalu berkata, “Ini ciptaan Allah. Lantas siapa yang menciptakan Allah?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kerap kita dengar dari mulut kaki tangan iblis berwujud manusia yang telah terpedaya karena mengimani bahwa Tuhan itu tidak ada. Kita berlindung dari hal tersebut dengan mengatakan kepada mereka, “Aku beriman kepada Allah.”

Cara lainnya, setan mengikuti manusia dan terus menggodanya agar berlepas diri dari ayat-ayat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala mengisahkan ini dalam al-Qur’an surat Al A’raf [7] ayat 175-177, ”Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.”

Orang yang dikisahkan dalam ayat ini, menurut Sufyan As-Sauri sebagaimana tertulis dalam tafsir Ibnu Katsir, adalah Bal’am ibnu Ba’ura, yang hidup masa masa Nabi Musa AS. Ia seorang pemuda dari negeri Yaman yang dianugerahi pemahaman yang baik tentang isi Kitab Taurat.

Nabi Musa AS kemudian mengutusnya untuk menghadap Raja Madyan guna mengajak sang raja menyembah Allah Ta’ala. Namun, Raja Madyan menolak seraya memberinya banyak hadiah, termasuk sebagian dari wilayah kekuasaannya. Akhirnya, Bal’am mengikuti agama Sang Raja dan meninggalkan agama Nabi Musa AS.

Ada pula yang menghubungkan ayat ini dengan Umayyah Ibnu Abu Silt, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Amr (dengan sanad shahih). Umayyah adalah laki-laki yang banyak menerima ilmu syariat, dan pernah berjumpa dengan Rasulullah ﷺ, serta banyak menyaksikan mukjizat Rasulullah ﷺ hingga semua orang merasa ia seorang yang ‘alim.

Namun ternyata ia tidak mengamalkan semua ilmu yang ia peroleh tersebut di jalan Allah Ta’ala. Ia malah berpihak kepada orang-orang musyrik dan membantu mereka. Ia juga membuat syair-syair indah guna memuji kaum musyrik yang gugur dalam Perang Badar. Dalam sebagian Hadits disebutkan bahwa ia adalah orang munafik  yang hatinya berbeda dengan lisannya.

Meskipun ada beberapa versi kisah yang dihubungkan dengan ayat ini, namun satu hal yang menarik adalah keterlibatan setan dalam menggoda manusia sehingga mau meninggalkan jalan lurus yang telah ia tahu sebelumnya. Bila menggelincirkan manusia yang memiliki cukup pengetahuan tentang Islam saja setan maampu, apatah lagi menggelincirkan manusia yang sedikit pengetahuannya? Wallahu a’lam* Mahladi Murni

Rep: Admin Hidcom

Editor: Rofi' Munawwar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Rumah Wakaf