Tazkiyatun Nafs

Jangan Menjadi Penggunjing

Jangan Menjadi Penggunjing
Ilustrasi.

SUKA membicarakan aib orang akan menumbuhkan sikap permusuhan, mendatangkan penyakit hati dan lisan, dan penyakit tubuh. Orang yang suka menggunjing akan hidup terombang-ambing. Dia tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan bagaimana dia menutupi aibnya sendiri.

Ini jika orang yang digunjing tidak mendengar perkataannya. Bagaimana jadinya jika dia mengetahui? Tentu akan menimbulkan keretakan dalam masyarakat dan menanamkan sifat hasad, permusuhan, menimbulkan perpecahan dan perseteruan.

Pada akhirnya orang yang menggunjing hanya akan mendapatkan celaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dari manusia. Dia tidak akan dipercaya oleh siapa pun. Sifat yang muncul dari dalam dirinya pun akhirnya sama dengan apa yang ia gunjingkan. “Siapa pun yang Anda bicarakan, dia juga akan membicarakan Anda.”

Oleh karena itu, semua orang akan menjauhi dirinya karena takut disakiti dan untuk menjaga kehormatannya dari sikap buruk lisannya. Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam telah memperingatkan penyakit akut ini. Suatu ketika beliau bertanya kepada para sahabatnya:

“Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah?” Mereka mengatakan, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Rasulullah bersabda, “Yakni kalian mengungkapkan keburukan saudara Anda.” Salah seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana jika yang kami katakan memang ada pada dirinya?’ Rasulullah bersabda, “Jika apa yang kalian katakan ada pada dirinya, berarti kalian telah melakukan ghibah. Sementara jika apa yang kalian katakan tidak ada pada dirinya, maka kalian telah berbohong.” (Riwayat Muslim).

Demikianlah, pada dasarnya tidak diperbolehkan membicarakan kejelekan orang lain. Jika Anda melakukan tindakan seperti itu, berarti Anda juga seperti dia. Anda telah kehilangan kewibawaan Anda. Anda termasuk orang-orang yang melakukan perbuatan dosa.

Selain ghibah, dan bahkan lebih berbahaya dari ghibah adalah namimah, yaitu mereka yang selalu saja menggunjing orang lain di mana pun dia berada. Dia berbohong kepada orang lain dan selalu berkata dusta agar terjadi percekcokan dan perseteruan dalam masyarakat.

Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, “Sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda: Apakah kalian mau aku beritahu tentang pembohong? Yaitu orang yang selalu menggunjing orang lain di masyarakat.’ Nabi Muhammad juga bersabda, ‘Sesungguhnya seseorang selalu berkata jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur, dan seseorang selalu berbohong sehingga ditulis di sisi Allah sebagai pembohong’.” (Muslim).

Selain mereka yang suka ghibah dan namimah, juga ada orang yang suka mengadu domba. Dalam bahasa sekarang bisa disebut dengan “pembisik” yang menjadi mata-mata bagi orang lain. Dia menjadi orang terlaknat yang dibenci oleh makhluk dan Khalik.

Rasulullah bersabda:

“Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga.” (Muslim).

Salah satu yang termasuk seperti tiga golongan tadi adalah orang yang bermuka dua. Persis seperti orang munafik yang hanya mencari maslahat pribadinya saja.

Dia adalah golongan orang yang paling jahat. Dia sangat berbahaya. Dia bisa dianggap orang yang tidak beriman.

Abu Hurairah r.a menuturkan bahwa Rasulullah bersabda: “Kalian akan menemukan berbagai macam manusia. Manusia terbaik pada masa jahiliyah adalah terbaik ketika masa Islam jika mereka mendalami agama. Kalian akan mengetahui bahwa orang terbaik dalam masalah ini adalah orang yang dahulunya dibenci. Anda akan mengetahui bahwa orang terburuk adalah mereka yang bermuka dua. Dia mendatangi suatu golongan dengan mengatakan sesuatu, dan mendatangi golongan lain dengan mengatakan sesuatu yang berbeda.” (Muslim).*/Amir Syammakh, dari bukunya Menjadi Pribadi Penuh Cinta.

Rep: Admin Hidcom

Editor: Syaiful Irwan

Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !

Sebarkan :

Baca Juga

Umroh Keluarga

Iklan Bazar